0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

8 Ribu Petani Karanganyar Belum Masuk Klomtan

dok.timlo.net/nanang rahadian
Petani tengah menyemprot tanaman padi di sawah (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar —  Sekitar 20 persen petani di Karanganyar belum masuk ke kelompok tani (Klomtan) yang ada di wilayahnya. Padahal, tanpa masuk ke Klomtan, mereka akan kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.

Di Karanganyar, saat ini terdapat 1.163 Klomtan, yang tersebar di seluruh wilayah. Tiap Klomtan beranggotakan 30 hingga 40 petani. Dengan persentase tersebut, berarti ada lebih dari 8 ribu petani, yang hingga kini belum masuk kelompok.

“Salah satunya, mereka merasa mampu mengurusi lahannya sendiri, tanpa perlu campur tangan kelompok. Ada juga yang memang tidak mau ikut,” kata Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Senin (15/6).

Padahal, kata Rohadi,  mereka akan kesulitan mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi, jika tidak bergabung ke kelompok. Sebab, penghitungan alokasi pupuk bersubsidi didasarkan pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Memang, alokasi pupuk bersubsidi biasanya ada tambahan, dari angka yang dihitung berdasarkan pengajuan RDKK. Tapi pendistribusiannya, tetap diprioritaskan sesuai kebutuhan kelompok. Yang di luar kelompok, tentu akan kesulitan,” jelasnya.

Karena itu, dia berharap agar petani yang belum masuk klomtan tergerak hatinya untuk bergabung. Sebab hal itu juga untuk kepentingan mereka dalam pengolahan lahan pertaniannya.

“Instansi terkait sudah mengupayakan agar mereka masuk kelompok. Tujuannya, tentu agar kebutuhan pupuk mereka bisa terkaver,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge