0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

AS Cari Jasad Prajurit PD II di Indonesia

merdeka.com

ilustrasi

Timlo.net – Telusuri jejak Perang Dunia (PD) II, Amerika Serikatr (AS) mengajak kersasama pemerintah RI. Kedua negara sepakat melakukan penelitian bersama untuk menyelidiki dan mengekskavasi peninggalan serta jasad personel tentara AS di Indonesia.

Berdasarkan siaran pers Kedubes AS, Senin (15/6), kerjasama itu disepakati setelah United States Defense Prisoners of War/Missing in Action (POW/MIA) Accounting Agency (DPAA), Defense Attache Office (DAO) di Kedutaan Besar Amerika Serikat Jakarta, berkoordinasi dengan TNI dan Pusjarah TNI. Kedua pihak sepakat, DPAA akan mencari sisa-sisa lebih dari 2.000 personel AS yang hilang saat Perang Dunia II di Indonesia.

Kesepakatan itu ditandatangani pada Jumat 12 Juni lalu. Saat upacara penandatanganan, Mayor Jenderal Angkatan Udara AS Kelly McKeague mengatakan, misi kemanusiaan ini tidak mungkin terlaksana tanpa persetujuan dan dukungan pemerintah dan masyarakat Indonesia.

“Atas nama keluarga Amerika yang anggota keluarganya hilang di Indonesia saat Perang Dunia II, saya ucapkan terima kasih kepada Brigjen TNI Zaedun dan tim Pusjarah atas kesediaannya untuk membantu kami. Persetujuan ini merupakan cerminan persahabatan antara Republik Indonesia dan Amerika Serikat,” paparnya.

Sementara Duta Besar AS untuk Indonesia Robert Blake mengungkapkan, kesepakatan ini merupakan penghormatan terhadap kenangan warga negara Amerika dan Indonesia yang membela negara mereka.

“Kerjasama AS-Indonesia kini lebih erat dan komprehensif, dan kami bangga menjadi mitra pertahanan utama Indonesia dalam latihan bersama dan kegiatan-kegiatan lainnya. Selain latihan rutin, program pertukaran antar-militer, serta penjualan dan kesepakatan antara kedua negara kita, kesepakatan ini meneguhkan kerja sama antara negara kita,” ujarnya.

“Kami sangat berterima kasih atas kerja sama ini dan atas pertimbangan untuk mengizinkan kami untuk menemukan kembali personel Amerika yang hilang pada masa PD II,” imbuh Blake.

Dalam kesepakatan ini, seluruh biaya penelitian dan proses didanai oleh pemerintah Amerika Serikat, dan semua penelitian dan kegiatan di lapangan akan dilaksanakan berdasarkan perjanjian yang telah disepakati oleh DPAA dan Pusjarah TNI.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge