0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Listiarso Wastuargo Bagi Pengalaman Kerja Di Facebook

Listiarso Wastuargo

Dok: Timlo.net/Twitter

Listiarso Wastuargo

Timlo.net—Facebook hingga saat ini menjadi jejaring sosial terpopuler, dipakai lebih dari 1 miliar pengguna. Bekerja di perusahaan sebesar Facebook pasti membawa kebanggaan tersendiri. Tentunya tidak sembarang orang bisa bekerja di perusahaan teknologi raksasa ini. Listiarso Wastuargo, lulusan Institut Teknologi Bandung, patut berbangga karena bisa bekerja di Facebook sebagai software engineer. Lantas bagaimana ceritanya pemuda ini bisa bekerja di perusahaan ini?

Kesempatan Listiarso muncul saat dia mengikuti International Olympiad in Informatics. Dia meraih posisi ketiga dan meraih medali perunggu. Temannya yang memperoleh medali emas memperoleh tawaran interview kerja di Facebook. “Teman saya ini memang super jago, menang di mana-mana,” ujar Listiarso kepada Careernews.id. Tapi temannya tersebut  malah tidak lolos. Dia malah justru merekomendasikan Listiarso untuk diwawancara.

“Dari situ, saya dapat penawaran dari Facebook untuk magang tiga bulan. Setelah magang, saya ditawari menjadi staf full time,” cerita Listiarso.

Sebelum bekerja di Facebook, Listiarso sebenarnya tidak pernah merencanakan kerja di perusahaan internasional. Dia berencana mendirikan perusahaan konsulting dan mengerjakan proyek-proyek. Semasa kuliah, semenjak tingkat, dia sudah sering membuat proyek seperti membuat website, aplikasi, dan juga game. Di tingkat ketiga, Listiarso bekerja paruh waktu di sebuah perusahaan mobile services.

Di situs Quora, Listiarso sempat berbagi pengalamannya sebagai anak magang di Facebook. Sekalipun dia saat itu hanya menjadi anak magang tapi Listiarso sempat bertemu dan berbicara dengan Mark Zuckerberg.

“Ada dua kesempatan di mana saya bertemu secara pribadi dengannya (Mark) dan mengobrol beberapa menit (atau detik) selama waktu magang. Pertama di ajang hackathon. Ajang itu diadakan tahun 2012,” tulisnya.

Beberapa minggu kemudian, dia diundang untuk mengikuti review dari Zuckerberg. Salah satu temannya yang juga mengikuti ajang ini, Hendri Tan sempat panik, karena tanpa sepengetahuan Listiarso hanya 6 tim yang diundang mengikuti review ini.

Tim Listiarso segera memulai presentasi begitu giliran mereka tiba. Tapi sebelum mereka melanjutkan presentasi tiba-tiba Mark berkata, “Tunggu, bisakah kalian memperkenalkan diri dulu?”

Di akhir presentasi, Mark hanya mengucapkan: “Cool, kita harus menggunakan ini.”

Pertemuan kedua, terjadi saat dia bekerja di Facebook di akhir pekan. Sebenarnya, dia tidak harus bekerja di kantor saat akhir pekan. Tapi karena merasa dia tidak punya kegiatan dia pun akhirnya pergi ke kantor. Saat sedang asyik “bekerja” seseorang menepuk punggungnya.

“Hey, apakah kamu tahu di mana tim Search?” tanya orang itu yang ternyata adalah Mark Zuckerberg. Listiarso sempat bengong dan hanya bisa menunjukkan area tempat kerja tim Search. Lalu Mark bertanya apa yang sedang dia kerjakan dan apakah Listiarso menyukai pekerjaannya.

Listiarso berkata bahwa di Facebook tidaklah aneh untuk melihat Mark dan para pejabat tinggi Facebook lainnya untuk mengantri untuk makan di kantin perusahaan. Sekalipun mereka memiliki posisi tinggi di perusahaan, para pegawai bisa melihat bahwa sikap mereka tetap rendah hati dan tidak canggung untuk bergaul dengan karyawan.

Situasi kerja di Facebook, menurut Listarso fun dan santai. Tidak ada jadwal kerja yang kaku. “Semua dianjurkan untuk kerja atas kemauan sendiri. Goal bikin sendiri, berdasarkan visi besar tim atau perusahaan,” paparnya.

Tidak ada jam kerja yang kaku. Listiarso bahkan bercerita bahwa dia pernah datang ke kantor pukul dua siang dan pulang pukul empat sore ketika malas ke kantor. “Kadang-kadang juga enggak lanjut kerja habis itu,” ujarnya sambil tertawa. “Asalkan target tercapai, tidak usah khawatir keliatan gabut (gaji buta, -red) karena muncul di kantor hanya sebentar,” lanjutnya.

Fasilitas yang disediakan Facebook juga beragam mulai dari permainan, gym dan kafe. Jika karyawan merasa bosan, mereka bisa menggunakan fasilitas ini. Dengan demikian, mereka tidak perlu keluar kampus (sebutan kantor pusat Facebook) untuk mencari hiburan pelepas penat. “Biasanya aku jam tiga jalan-jalan di kampus Facebook buat ambil milk tea, sambil ngobrol sama teman-teman Indonesia yang lain,” paparnya.

Walaupun tidak ada jadwal kerja yang kaku, bukan berarti para pegawang Facebook bersikap malas-malasan. Mereka adalah tipe pekerja keras, super smart dan self-driven. Biasanya para pegawai Facebook adalah tipe spesialis, artinya mereka hanya ahli di satu bidang tapi tidak mengerti bidang lain.

Ada juga para pegawai yang bekerja ekstra keras. Mereka datang pukul 7 pagi dan baru pulang tengah malam. “Kasihan yang sudah berkeluarga kalau harus keep up sama orang yang bekerja sampai seperti itu,” ujar Listiarso.

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge