0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lama Tak Muncul, Bjah Jadi Pemain dan Produser Film

Bjah

merdeka.com

Bjah

Timlo.net – Mantan vokalis The Fly, Bjah termasuk salah satu musisi Indonesia yang sangat kreatif. Kali ini ia memaksimalkan kemampuannya di bidang selain tarik suara, yaitu dengan membintangi dan menjadi produser film Merariq.

“Gue sebenarnya kalau di film sebenarnya hanya mengerjakan soundtrack dan story dari beberapa film. Tapi kalau untuk mainnya sendiri ini baru pertama kali itu karena sutradaranya, saat naskah datang, termasuk tokoh utama juga namanya Jagad Wire, salah seorang asli Lombok, sutradaranya bilang ini gue yang harus maenin,” ucap Bjah, Selasa (9/6).

Bjah mengakui bahwa sensasi menjadi musisi dan bermain film sangat berbeda. Saat ini ia lebih suka bernyanyi daripada berakting sebagai pemeran utama dalam film.

“Gua bilang gua nggak pernah main (film). Tapi (sutradara) udah nggak buka casting untuk karakter itu, gua yang panik sampai nggak bisa tidur. Terus ngobrol sama teman seni peran itu susah, nggak segampang yang kita tahu, gue minta berbagai masukan,” ujarnya.

Meski mendapati tantangan yang berbeda, akhirnya Bjah mau terlibat dalam pembuatan film Merariq. Untuk pembuatan film ini budget yang dikeluarkan timnya pun tidak terlalu besar karena mengerjakan semua sendiri. Film ini juga dikemas sedemikian rupa untuk mengangkat pariwisata di Lombok.

“Semuanya di Lombok, sebulan, dari awal naskah melibatkan majelis sadar Sasak supaya seluruh ritual adatnya dan ceritanya nggak menyimpang dan tetap pada jalurnya, makanya kita libatkan,” ucapnya.

Film Merariq sendiri berkisah tentang tradisi suku Sasak di Lombok, di mana jika seorang pria ingin menikahi seorang gadis, mereka harus mencuri dan membawa gadis tersebut pergi. Karena penggarapan film ini melibatkan aktor dan warga setempat, Bjah pun sempat mengalami kendala bahasa.

“Yang bikin kepala gue pecah, orang-orang sana bahasanya 250 biji. Di saat syuting, ketua adatnya yang ini ngomong beda, yang satu beda. Akhirnya gue pakai jalan tengahnya aja di Mataram, kalau nggak ya nggak kelar-kelar mereka berantem,” tandasnya.

 

(kpl/aal/sjw)

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge