0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Musda Kubu Plt, Bandung Terpilih Sebagai Ketua DPD II Golkar Solo

Bandung, Ketua DPD II Partai Golkar Solo

timlo.net/daryono

Bandung (enam dari kanan) mengangkat tangan, setelah terpilih sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Solo dalam Musda yang digelar kubu Plt

Solo — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Solo, Bandung Joko Suryono terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Golkar Solo periode 2015-2020 dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Solo yang digelar Plt DPD II, Minggu (14/6) di Hotel D’Wangsa Lor In Solo.

“Musda dimulai tadi pukul 08.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB,” kata Plt Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Dwi Hartanto, kepada wartawan usai Musda.

Musda Golkar Solo dilaksanakan secara bersamaan dalam satu tempat dengan Musda empat DPD II lainnya yakni Klaten, Boyolali, Sukoharjo dan Purbalingga. Bersamaan dengan Musda itu, Plt DPD I Partai Golkar Jawa Tengah sekaligus menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) yang diikuti 32 Plt DPD kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Dijelaskan Dwi, Musda menghasilkan Ketua DPD II definitif di masing-masing daerah. Bandung Joko Suryono terpilih sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Solo, Sarjono sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Sukoharjo, Hengky AS sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Klaten, Sutomo sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Boyolali dan H Maskur sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Solo Purbalingga.

Menurut Dwi, Musda merupakan bagian konsolidasi pembaruan organisasi DPD II yang masa kepengurusannya sudah habis antara Desember 2014 hingga Januari 2015.  Musda dan Rapimda juga bentuk konsolidasi partai menyambul Pilkada serentak.

“Daerah lain akan disusul dalam beberapa hari kemudian. Konsolidasi partai ini amanat organisasi menuju Munas paling lambat Oktober 2015,” ujar dia.

Humas Musda DPD II Partai Golkar Solo, Lucas C Suryantoro mengatakan Bandung terpilih secara aklamasi lantaran mengantongi enam dukungan dari sembilan suara yang diperebutkan.

“Calonnya ada dua yakni Bandung Joko Suryono dan Sapto Waspodo. Saat pandangan umum, lima Plt PK, satu ormas AMPI dan satu ormas MKGR menyatakan dukungannya secara langsung kepada Bandung. Padahal, syarat untuk bisa maju minimal 30 persen. Akhirnya Sapto memilih mundur,” jelas dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge