0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tari Edan-Edanan, Pengantin Harus Meninggalkan Kegilaan

Edan-edanan

timlo.net/heru

Tari Edan-edanan

Solo – Ada yang lucu saat keberangkatan kirap pengantin putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming menuju tempat resepsi pernikahan di Gedung Graha Saba Buana, Kamis (11/6). Sepasang penari dengan make up putih tebal dan mengenakan baju hijau mencolok menjadi barisan terdepan rombongan. Penari itu membawakan Tari Edan-edanan.

“Tari ini bukan hanya sekedar hiburan untuk lucu-lucu, tetapi ada makna yang mendalam,” ungkap salah satu staf Media Center Pernikahan, Mufti Raharjo.

Dua penari ini melambangkan sepasang Loro Blonyo. Yakni sepasang patung yang biasa dipasang untuk menjaga lumbung padi. Patung ini melambangkan kesuburan dan kemakmuran bagi masyarakat Jawa.

Kehadiran sepasang penari ini memang begitu mencolok dan lucu. Keduanya menari tidak mengikuti alunan gending yang dimainkan, melainkan bergerak dan berbuat sesuka hatinya seperti orang edan (gila). Tarian ini menandakan pengantin harus meninggalkan kegilaan masa lajang mereka dan memasuki hubungan berkeluarga dengan baik.

Diatas kepala penari terdapat berbagai bentuk binatang yang terbuat dari janur kelapa. Binatang itu antara lain adalah ulat, yang melambangkan pengantin pria untuk bisa bermetamorfosis dari lajang menjadi berkeluarga. Juga burung yang melambangkan keturunan.

“Penari ditempatkan di depan rombongan untuk lambang mengusir segala bentuk keburukan,” katanya.

Tarian ini dibawakan oleh Hari Mulyanto dan Sri Setyowasih. Mereka berdua merupakan pengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge