0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jelang Pilbup, 16 PAC Tuntut Perubahan DPC PKB Sragen

PKB digoyang

timlo.net/agung widodo

Koordintor Forum DPAC PKB Sragen, Nirwan Arif (kanan) menunjukkan bukti tanda tangan dukungan dari 16 DPAC PKB Sragen, Rabu (10/6).

Sragen – Sebanyak 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang tergabung dalam Forum DPAC PKB Sragen, melayangkan mosi tidak percaya kepada DPC PKB Sragen. Mereka menyatakan kekecewaan lantaran DPC  dinilai tidak menganggap keberadan PAC yang tersebar di setiap kecamatan.

“PAC mayoritas kecewa, harus ada perubahan. Ini hanya untuk koreksi, untuk membuat pengurus baru di tingkat PAC,” kata Sekretaris Forum DPAC PKB Sragen Sudjatno, dalam keterangan persnya kepada wartawan di sebuah rumah makan Sragen, Rabu (10/6).

Sudjatno mengungkapkan, dibentuknya forum tersebut bukan bermaksud untuk mengganti kepengurusaan di DPC PKB Sragen, tapi lebih pada upaya pembenahan dan perbaikan orgnisasi partai. Forum menuntut harus ada musyawarah tingkat PAC untuk menyelesaikan masalah internal sebelum pelaksanaan Pilbup Desember mendatang.

“Organisasi harus dibenahi terlebih dahulu, baru nanti mikirin Pilkada. Siapa pun nanti yang maju harus  diamankan. Tapi kalau kepengurusan tidak sehat ke bawah ya susah,” ungkap Sudjatno yang juga Wakil Ketua Dewan Syuro DPC PKB Sragen ini.

Dia mengatakan, dari 20 PAC yang ada memang baru 16 PAC yang ikut menandatangani kekecewaan terhadap DPC. Sedangkan 4 PAC, yakni Gemolong, Mondokan, Sidoharjo dan Gesi belum menyatakan dukungannya.

“Empat PAC itu karena sampai sekarang belum ketemu,” ujarnya.

Koordinator Forum DPAC PKB Sragen, Nirwan Arif menambahkan, kondisi PKB Sragen saat ini dinilainya tidak sehat. Untuk itu dia mengajak semua pengurus baik di tingkt DPC dan PAC untuk saling koreksi diri untuk melakukan pembenahan.

“Kami merasakan sekarang tidak solid, ini teman-teman PAC perlu koreksi diri. Mudah-mudahan ini bisa didengar oleh segala lini sampai pusat.  Ini adalah bentuk kecintaan kami terhadap partai. Kami ingin mengembalikan partai ini pada AD/ART. Kami tidak akan frontal, kami akan melakukan cara-cara sesuai agama, yaitu musyawarah,” papar Nirwan Arif.

 

 

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge