0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jelang Pilkada Boyolali

Gara-Gara Selfie, Bu Camat Dipanggil Panwaslu

Camat Banyudono, Rita Puspitasi, saat dimintai klarifikasi di Panwaslu Boyolali ()

Boyolali —  Gara-gara berfoto selfie dalam pertemuan Aliansi Kades dan Perangkat Desa yang meminta Bupati Boyolali Seno Samudro mau kembali dalam Pilkada, (Senin (1/6), Camat Banyudono Rita Puspitasari diperiksa Panwaslu Boyolali, Rabu (10/6). Klarifikasi yang dilakukan Panwaslu terkait dugaan pelanggaran netralitas PNS.

Camat Rita Puspitasari yang memenuhi panggilan Panwaslu, mengaku kaget dengan undangan tersebut. Pasal, dalam pertemuan di Pendopo Alit lalu, ada 18 camat lain yang hadir, termasuk ketua paguyuban camat,
Nugroho. Hal ini, sempat dipertanyakan ke Panwaslu sebelum klarifikasi berlangsung.

“Kenapa camat hanya saya yang diundang, kemarin semua camat hadir,” ucap Bu Camat Rita.

Ketua Panwaslu Boyolali Narko Nugroho, mengungkapkan, undangan terhadap Camat Banyudono, karena adanya bukti kuat kehadirannya berupa foto selfie dengan dua Kades dalam acara tersebut. Bahkan, bukti foto selfie tersebut sempat menjadi foto profil salah satu Kades.

“Foto selfie menjadi bukti kita untuk melakukan pemanggilan,” ungkap Narko.

Klarifikasi yang dilakukan hanya untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab dalam kegiatan tersebut. Salah satu pertanyaan yang harus dijawab,siapa yang mengundang, apa yang dibicarakan, dan alasan selaku PNS
tetapi hadir dalam kegiatan tersebut. Klarifikasi ini juga bukan untuk menyalagkan salah satu pihak, melainkan mencari titik terang siapa yang bertanggungjawab.

“Harus Kita tindak lanjuti, tidak pas bila PNS menyatakan dukung mendukung,” imbuhnya.

Selain memeriksa Camat Banyudono, Panwaslu juga mengklarifikasi Kabag Umum Setda Boyolali, Dahat Wilarso, terkait penggunaan Pendopo Alit, serta Kades Potronayan, Kecamatan Ngemplak, Sugeng yang menjadi pengurus aliansi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge