0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Selvi Berharap Pernikahannya dengan Gibran Langgeng

Selvi Ananda bersama kedua otangtuanya (dok.timlo.net/david gesturi)

Solo — Suasana prosesi siraman di kediaman calon mempelai perempuan, Selvie Ananda sedikit berbeda dengan di kediaman calon mempelai pria, Gibran Rakabuning Raka. Di kediaman SelviĀ digelar prosesi “tuwuhan” dan prosesi “dodol dawet”.

Sebelum acara inti dimulai, terlebih dahulu dilakukan pemasangan bleketepe oleh orang tua mempelai perempuan, Didik Supriyadi. Dilanjutkan pasangan tuwuhan terdiri dari pisang raja, padi dan kelapa. Lalu, dilanjutkan dengan prosesi siraman.

Setelah selesai, dilakukan pemecahan kendi dan jualan dawet. Prosesi selanjutnya dilakukan pemotongan rambut calon pengantin pria dan wanita oleh orangtuanya untuk ditanam di sekitar rumah.

Sementara tamu undangan yang ingin mendapatkan dawet harus menukarkan uang dengan wujud kereweng yang sebelumnya telah dibagikan.

Piye Pak (gimana Pak) uwis legi durung (sudah manis belum) dawetnya?” tanya Sri Partini, ibunda Selvi, kepada suaminya, Didit Suprijadi.

Durung legi (belum manis),” jawab Didit.

Kemudian oleh Sri Partini, dawet ditambahkan pemanis (gula) dan dijual kepada para tamu undangan yang hadir pada prosesi siraman. Prosesi siraman diakhiri dengan mengirimkan air tujuh sumber tersebut ke kediaman keluarga pengantin pria dan menuangkannya di dalam rumah pengantin pria. Rangkaian upacara pernikahan dilanjutkan midodareni Rabu malam di rumah calon pengantin pria dan wanita.

Sementara diakhir siraman, Selvi meminta doa restu kepada masyarakat untuk kelancaran pernikahannya.

“Alhamdulillah prosesi siraman dari awal hingga selesai berjalan lancar. Saya minta doa restu kepada semua masyarakat pernikahan saya dengan Mas Gibran berjalan lancar dan langgeng.” kata Selvi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge