0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lebaran, Pemudik Diprediksi Naik 2,3 Persen

dok.timlo.net/setyo pujis
Calon penumpang kereta api di Stasiun Purwosari (dok.timlo.net/setyo pujis)

Timlo.net — Menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri atau Lebaran tahun 2015, PT KAI memprediksi, puncak arus mudik Lebaran 1436 H akan jatuh pada H+7 atau pada tanggal 25 Juli mendatang dengan perkiraan jumlah penumpang sekitar 367.811 orang atau naik 2,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya sekitar 359.698 penumpang.

“Prediksinya, penumpang arus mudik akan mengalami kenaikan. Sehingga kesiapan armada kereta api setiap Daop harus diperhatikan,” tegas Direktur Utama (Dirut) PT KAI Edi Sukmono saat meninjau kesiapan arus mudik di Stasiun Tawang, Kota Semarang Selasa (9/6).

Edi menjelaskan, kesiapan arus mudik setiap Daop sendiri sudah sangat bagus sehingga diharapkan tidak ada kendala saat menjalankan operasi arus mudik yang jatuh pada 2 – 27 Juli mendatang. Selain itu, tercatat ada 15 rangkaian kereta tambahan yang akan disediakan oleh PT KAI.

“Ada 7 KA utama yang melayani keberangkatan dan kedatangan diwilayah Daop IV dengan tujuan Semarang – Jakarta dan sebaliknya,” tandasnya.

Tujuh KA Utama yang melayani pada masa angkutan Lebaran 2015 adalah KA Argo Sindoro ,KA Argo Muria ,KA Menoreh I , KA Menoreh II ,KA Tawang Jaya ,KA Tegal Arum dan KA Tawang Jaya Lebaran, dengan jumlah 4.534 orang perharinya.

Selain itu, terdapat KA lokal dengan tujuan Bojonegoro, Gundih, hingga Tegal dengan kapasitas daya angkut 14.450 orang. “Ada 5 stasiun utama yang menjadi penyebaran penumpang, yakni Stasiun Semarang Tawang, Poncol, Tegal, Cepu dan Pekalongan. Semuanya sudah siap dengan baik,” tandasnya.

Terkait ketersediaan tiket, dirinya mengatakan ada sekitar 2,4 juta tiket yang disediakan dan masih tersedia sekitar 1 juta tiket yang tersedia dari H-10 sampai H+10.

Sementara itu, Manager Humas Daop IV Semarang, Suprapto mengatakan, untuk wilayah Daop 4 yakni sepanjang 168 kilometer terdapat 12 titik banjir yang menjadi titik kewaspadaan PT KAI Daop IV Semarang.

Keduabelas titik itu adalah di titik km 143+8/9 (Tegal – Larangan), km 137 + 3/4 (Surodadi – Larangan), 128+6/7 (Surodadi – Pemalang), 104+6/0 (Petarukan- Comal), 114+5/6 (Petarukan – Pemalang), 65+0/1 (Kuripan- Ujungnegoro).

Selanjutnya di titik km 65+0/3 (Ujungnegoro- Batang), 48+2/3 (Krengseng – Plabuhan), 57+0/6 (Plabuhan Kuripan), 0+3/7 (Tawang-Alastua), 11+0/7 (Jerakah – Mangkang), 17+5/6 (Mangkang- Kaliwungu).

“Kita akan melakukan langkah antispasi agar ketika banjir perjalanan kereta tidak akan terhambat,” tutur dia.

Selain itu, Suprapto meyayangkan mulai bermunculannya perlintasan liar atau jalan setapak diperlintasan sebindang yang sangat membahayakan dan rawan terjadi kecelakaan.

Suprapto membeberkan, total data sementara perlintasan yang ada di wilayah PT KAI Daop IV Semarang berjumlah 705 titik. 198 titik diantaranya merupakan perlintasan liar.

“Kami akan menutup perlintasan liar yang dengan bekerjasama sengan pemerintah daerah setempat. Tujuannya agar tidak terjadi kecelakaan yang melibatkkan kereta api,” tandasnya.

[rnd]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge