0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Di Semarang, Perlintasan KA Tanpa Palang Minta Korban

ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Dua wanita pengendara sepeda motor tewas akibat tertabrak Kereta Api (KA) barang Container bernomor KA- 2720 di perlintasan liar atau tanpa palang pintu di Ngablak, Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah Selasa (9/6) malam. Kedua korban adalah Artiyani (35) warga Mranggen Demak dan Salamah (36) warga Blerong RT 3 RW 4, Kecamatan Guntur, Demak, Jawa Tengah.

Mereka berboncengan mengendarai Honda Supra X H 5933 GJ, hendak menyeberang dari arah utara ke selatan. Jasad mereka terlempar hingga sejauh 30 meter dari perlintasan tempat keduanya tertabrak. Motor jenis Honda Supra X bernopol H 5933 CJ yang dikendarai oleh keduanya mengalami kerusakan cukup parah.

Kedua korban yang merupakan karyawan salah satu pabrik mebel di Kawasan Terboyo, Kota Semarang tertabrak KA Barang yang melaju kencang dari arah Surabaya menuju ke Jakarta atau dari timur ke barat, tepatnya di KM 5+3/4 antara Stasiun Alastua dan Stasiun Semarang Tawang.

Imam Rosyidi (45), salah seorang warga sekitar yang merupakan saksi mata kejadian mengungkapkan, dia mendengar suara keras dari lokasi kejadian.

“Tiba-tiba saya mendengar suara keras berbunyi brakkk. Lalu saya berusaha untuk mendekat ternyata kondisi kedua korban sedang sekarat dan akhirnya menghembuskan napas terakhir. Keduanya terpental sekitar 30 meter jauhnya karena tabrakan kereta sangat kencang lajunya,” ungkapnya di sekitar tempat kejadian.

Imam Rosidi juga mengaku sempat mendengar klakson KA barang tersebut sebelum terjadinya tabrakan tersebut.

Mendapatkan laporan, petugas Polsek Gayamsari dan Inafis Polrestabes Semarang langsung mendatangi tempat kejadian kecelakaan dan melakukan proses identifikasi. Selain itu, polisi juga memintai keterangan dari beberapa saksi di tempat kejadian.

Guna penyelidikan, petugas Inafis Polrestabes Semarang kemudian membawa jenazah kedua korban wanita itu ke kamar jenazah RSUD Kariadi Semarang di Jalan Dr Soetomo, Kota Semarang, Jawa Tengah untuk dilakukan visum et repertum oleh petugas medis.

[eko]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge