0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pernikahan Gibran – Selvi, Ini Pengalihan Arus Lalin

Graha Saba, lokasi pernikahan Gibran-Selvi (Timlo.net - Heru)

Solo — Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo melakukan sejumlah pengalihan arus saat pernikahan putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda, Kamis (11/6). Saat hari H, Jalan Letjen Soeprapto mulai dari selatan, perempatan Girimulyo, hingga utara, pertigaan Masjid Mujahidin bakal ditutup sesuai kebutuhan.

“Saat hari H, Jalan Mangunsarkoro hanya berlaku satu arah dari utara ke selatan. Arus dari selatan di Jl Letjen Soeprapto dialihkan ke Jl Ahmad Yani,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Yosca Herman Soedrajat, saat ditemui Timlo.net, di ruang kerjanya, Selasa (9/6).

Untuk diketahui, Jl Letjen Soeprapto dan Jl Ki Mangunsarkoro selama ini merupakan jalur utama yang dilalui kendaraan berat menuju ke arah Sragen, Surabaya dan Purwodadi. Di jalur ini, truk-truk berat dan panjang melintas.

Dengan pengalihan itu, lanjut Herman, semua kendaraan dari selatan diarahkan melalui Jl Ahmad Yani. Untuk kendaraan dengan tinggi lebih dari 3,7 m diarahkan melalui Jl S Parman. Pasalnya, kendaraan tinggi seperti bus AC dan truk tidak bisa melewati viaduc Gilingan lantaran tinggi viaduc hanya 3,7 m.

“Jadi tidak dilewatkan Jl Piere Tendean, Nusukan karena justru di sana bebannya juga berat. Kalau sudah dialihkan di Jl S Parman, mau lewat Purwodadi ya monggo,” kata dia.

Adapun untuk meminimalkan arus kendaraan dari Sragen agar tidak melewati Jalan Mangunsarkoro, Dishubkominfo menempatkan personelnya di pertigaan Ring Road. Kendaraan dari arah Sragen diminta lurus melalui Palur.

“Kalau kendaraan pribadi masih bisa lewat Ring Road, tetapi truk-truk besar kita arahkan lurus,” ungkapnya.
Herman menegaskan, tidak ada penutupan jalan total. Penutupan Jl Letjen Soprapto dan Jl Mangunsarkoro bersifat buka tutup. Untuk memastikan kelancaran arus, Dishubkominfo mengerahkan 160 personel dan memasang rambu-rambu penunjuk jalan.

“Jadi, penutupan itu situasional acara. Beliau (Presiden Jokowi) tidak ingin ada penutupan total, hanya pengalihan arus,” bebernya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge