0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Musim Kemarau, Petani Dihimbau Tanam Palawija

bibit lombok (Dok.Timlo.net)

Sragen — Untuk mengantisipasi berkurangnya pasokan air karena sudah memasuki musim kemarau, petani Sragen dihimbau mematuhi pola tanam. Memasuki musim kemarau ini petani dihimbau menanam palawijaya. Pasalnya, kebutuhan air yang diperlukan mulai tanam hingga saat panen, lebih sedikit dibanding menanam padi.

“Diharapkan setelah panen, petani beralih menanam palawija, terutama yang merupakan sawah tadah hujan,” kata Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan (Bapeluh) Sragen, Muhammad Djazairi.

Djazairi mengungkapkan, meski sudah ada himbauan, tapi masih ada petani yang tetap menanam padi dengan alasan biasanya pasokan air masih ada, seperti yang ada di Kecamatan Masaran atau Sidoharjo.

“Saat seperti ini semuanya masih menanam padi karena kebutuhan air memang masih mencukupi,” katanya.

Dijelaskannya, untuk daerah yang pasokan airnya banyak, pola tanam yang berlaku adalah padi-padi-pantun. Artinya pada musim tanam pertama (MT) I menanam padi, MT II menanam padi dan MT III juga menanam padi. Padahal seharusnya pola tanam yang ideal adalah padi-padi-palawija.

Lebih jauh Djazairi menjelaskan, pola tanam padi-padi-pantun dilakukan, karena kalau untuk menanam palawija memang tidak bisa sendiri dan harus didukung oleh petani lain. Karena bila menanam palawija sendiri sementara sawah di sekitarnya ditanami padi, justru sawahnya tidak bisa kering, karena air harus mengaliri sawah di sekitarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge