0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hingga April 2015, Satu Balita Meninggal karena Diare

merdeka.com
Ilustrasi mayat (merdeka.com)

Klaten —  Meski tidak terlalu berbahaya, jangan menganggap remeh penyakit diare. Pasalnya, penyakit yang mengganggu sistem pencernaan karena adanya bakteri jahat di dalamnya itu menyerang ribuan anak bawah lima tahun (balita) di Klaten.

“Selama kurun waktu Januari hingga April 2015, ada 3.689 balita yang mendapat perawatan di 34 puskesmas dan empat rumah sakit yang tersebar di Klaten. Bahkan, satu balita penderita diare meninggal dunia,” sebut Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Y Heri Martanto, Senin (8/6).

Data yang diterima Timlo.net dari Dinkes Klaten selama caturwulan pertama 2015 itu, dari 3.689 Balita penderita diare, 2.964 anak di antaranya berumur satu hingga empat tahun. Sedangkan sisanya, 725 anak di bawah satu tahun.

“Pencegahan pertama adalah pengembalian cairan. Si anak harus banyak minum dan makanan tetap harus dijaga. Bagi  balita penderita diare sebaiknya diberi susu yang diencerkan. Karena semakin kental susu yang diberikan justru balita makin mencret. Tapi jika alergi pada susu, maka diganti dulu dengan susu yang rendah laktosa,” imbuh Heri.

Menurutnya, kesadaran orang tua memberi asupan makanan yang higienis kepada balita menjadi kunci pencegahan terserang diare. Oleh karena itu penanganan penyakit diare dalam keluarga penting untuk menekan jumlah kasus penderita diare.

“Selain keluarga sebagai kunci, kami juga akan terus melakukan sosialisasi ke puskesmas dan desa-desa terkait pencegahan dan pertolongan dini terhadap serangan diare,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge