0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pejabat Pemkot Dimintai Komitmen Tidak Merokok

Rudy tandatangani komitmen tidak merokok di kawasan bebas rokok

timlo.net/Daryono

Rudy tandatangani komitmen tidak merokok di kawasan bebas rokok

Solo — Walikota dan Wakil Walikota Solo serta kepala SKPD dimintai komitmennya untuk tidak merokok di kawasan tanpa rokok. Komitmen itu ditandai dengan penandatangan komitmen di kawasan Ngarsopuro, Minggu (7/6) pagi.

“Kita berharap komitmen ini betul-betul jalan dan masyarakat mencontoh,” kata Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, dr Slamet Riyanto, kepada wartawan, usai penandatanganan komitmen.

Dalam penandatanganan komitmen itu, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo menulis “Tegur Saya Jika Masih Merokok”. Sementara Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo menulis “Saya akan Tegur Walikota Jika Merokok”. Adapun Sekda Budhi Suharto menulis “Mulai Saat Ini Saya Akan Berhenti Merokok”. Penandatanganan komitmen itu dalam rangka Hari Bebas Tembakau Internasional, 31 Mei.

Slamet Riyanto melanjutkan, penandatangan komitmen diperlukan mengingat implementasi kawasan bebas rokok dan kawasan terbatas rokok hingga saat ini belum maksimal. Padahal, dua kawasan itu sudah diatur jelas dalam Perda No 13 Tahun 2010.

“Oleh karena itu, dalam Hari Tembakau Internsional ini kita minta komitmen jajaran Pemkot terutama dari Walikotanya, Wakil Walikota, Sekda dan kepala-kepala SKPD-nya. Dengan membuat komitmen, akan kita cek komitmennya di masing-masing SKPD,” ujar dia.

Dengan komitmen itu, semestinya pimpinan Walikota ataupun kepala SKPD berani menegur anak buahnya jika masih merokok di kawasan bebas rokok dan kawasan terbatas rokok.

“Kantor sebagai ruang terbatas merokok harus menyediakan smoking area. Kalau merokok ya di sana (smoking area), tidak boleh di kantor. Begitu juga dengan kantor SKPD yang merupakan kawasan bebas rokok ya tidak boleh merokok di sana,” jelas dia.

Lebih lanjut, Slamet Riyanto menerangkan kawasan bebas rokok ada di lima lingkup yakni  semua layanan kesehatan (kantor kesehatan, rumah sakit, puskesmas), tempat pendidikan (kampus, sekolah), arena bermain anak, angkutan umum dan tempat ibadah. Sedangkan kawasan terbatas rokok antaralain tempat-tempat umum seperti mall dan pasar.

“Di tempat umum seperti mall, pasar dan kantor itu harus disediakan smooking area,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge