0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mbah Demang Supardi, Kuncen Sendang Siwani

Penjaga Sendang Siwani,Ki Demang Supardi (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Obyek wisata satu ini mungkin sudah tak asing bagi warga masyarakat Wonogiri, terlebih bagi para pecinta jagad spiritual. Sendang atau pemandian ini konon diyakini dapat mendatangkan berkah ataupun tuah. Adalah Sendang Siwani terletak di Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, warga sekitar mengamini sebagai petilasan Raden Mas Said kerap semadi (bertapa).

Terlebih, saat-saat seperti ini jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada), banyak sekali  para pejabat, sinden, penyanyi ngalap berkah (ritual mandi) berharap berkah, rejeki dan pangkat (kedudukan).

Diceritakan juru kunci Sendang Siwani, Demang Supardi (92) mengatakan, banyak sudah para pejabat, penyanyi, sinden datang berharap berkah di Sendang Siwani.

“Tidak hanya malam hari, siang hari pun banyak yang datang ke sini, selain mandi juga berziarah,” ungkap bapak lima anak ini.

Pria yang mengaku lahir tahun 1923 ini juga mengatakan, seumur hidupnya dihabiskan menjaga pemandian peninggalan Raden Mas Said. Selain memberi petunjuk bagi para peziarah, ia juga memberi petuah dan sekadar informasi tentang Raden Mas Said.

‪”Saya itu sejak kakek saya, bapak saya, lalu saya sudah menjaga tempat ini,” ujar Supardi.

‪Secara turun temurun, jabatan sebagai juru kunci pemandian diwariskan mulai Mbah Mikun diwariskan ke anaknya yakni Wiro Kromo selanjutnya sampai ke cucunya yakni ki Demang Supardi. Tidak mengharap imbalan, tidak juga berharap jabatan yang tinggi keluarga juru kunci itu hidup sederhana.

‪”Saya ya seperti ini, anak 5 dan cucu kira-kira 18 dan buyut saya 17,” ujarnya.

‪Walau sudah tua, alat pendengaran belum berkurang. Bahkan, dia hafal betul siapa saja yang pernah datang ke permandian sendang Siwani. Kebanyakan yang datang mengharap berkah, rejeki dan kedudukan. Tak sedikit dalang, sinden, penyanyi campur sari yang datang ke sendang untuk berziarah. Bahkan, sejumlah kepala daerah sebelum menjabat kepala daerah, saat menjabat maupun ketika sudah tidak menjabat hilir mudik ke sendang berziarah.

‪”Calon bupati banyak, saat menjadi bupati juga ada, dulu ada bupati perempuan, sebelum jadi bupati sering kesini, tapi setelah menjadi bupati tidak pernah kesini, makanya terus kena kasus,” katanya.

‪Menurutnya dalam sehari setidaknya terdapat 15 sampai 20 orang yang berziarah ke sendang Siwani. Para peziarah tersebut melakukan ritual mandi dengan cara gayungan pertama diminum, selanjutnya gayungan kedua membasuh muka tangan dan kaki selanjutnya lima gayungan untuk mandi.

‪”Jumlahnya tujuh gayung, tujuh itu artinya tujuan, sehingga siapa yang mandi disini berharap tujuannya dapat terkabul,” terangnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge