0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

2 Menteri Diusir Margareta, Mengapa?

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Sikap tidak kooperatif Magareta (55), ibu asuh Angeline (8) yang sudah hilang selama 19 hari, menjadi pertanyaan besar. Hal itulah yang diungkapkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise hari ini Sabtu (6/6).

Hal itu diungkapkan Yohana, setelah dirinya mengunjungi rumah Angeline di Jalan Sedap Malam Nomor 26 Denpasar. Sedianya, dia akan bertemu dengan Magareta, namun gagal lantaran kehadiran menteri tidak diharapkan olehnya.

“Jangankan bisa bertemu, malah tidak dibukakan pintu. Katanya sih percuma kalau hanya bertemu tetapi anaknya tidak bertemu. Ibunya lagi setres berat, Pak,” kata salah seorang warga setempat di Jalan Sedap Malam.

Kabarnya, kedatangan Yohana yang mendadak ini sempat dijaga puluhan pecalang adat Sedap Malam. Menteri saat itu hanya bisa berdiri di depan pintu gerbang rumah bepagarkan papan warna coklat yang terkunci rapat.

Salah seorang penjaga mengatakan, ibu tidak mau bertemu siapa-siapa dan tidak mengizinkan siapapun masuk rumah.

Diungkapkan Christin, kakak angkat Angeline, melalui Kepala Lingkungan Banjar Kebon Kori, Kesiman, Denpasar Timur, Ketut Stapa, bahwa orang dalam rumah tidak mau bertemu dan membukakan pintu.

“Sekarang saya di sini berusaha memediasi menteri dan keluarganya. Tapi ini kenapa mereka sulit ditemui,” jelasnya.

Dia mengatakan, barusan telah menghubungi Christin dan dia melarang semua orang datang dan masuk kedalam rumahnya.

“Ini orang-orangnya aneh punya masalah kok malah menghindar. Di sini kami malah curiga di dalam itu ada apa. Harusnya polisi ambil langkah tegas dan menyisir seisi rumah. Sudah dua menteri datang, tapi diusir,” ungkapnya.

Kepala lingkungan itu setelah bersitegang dengan Chistin melalui telepon akhirnya diizinkan masuk ke dalam rumah, dengan catatan ada Kapolda Bali.

Sementara, itu Menteri Yohana tidak banyak komentar. Dia hanya menggelengkan kepala dan meminta polisi ambil sikap tegas dan membeberkan secara transparan fakta-fakta yang sesungguhnya terjadi dalam rumah Angeline.

“Kita serahkan pada polisi untuk segera menemukan Angeline,” singkat Yohana, sambil berlalu meninggalkan lokasi dan mengaku menuju sekolah Angeline.

Seperti diberitakan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi, kemarin juga diusir oleh keluarga Angeline saat mampir ke rumah orangtua asuh Angeline di Jalan Sedap Malam, Denpasar, sekitar pukul 12.00 WITA. Dia didampingi sejumlah petugas kepolisian, termasuk Kepala Polsek Denpasar Timur, Komisaris Polisi I Gede Redastra, dan sejumlah anggota kepolisian dari Polresta Denpasar.

Namun, tidak satupun anggota keluarga Angeline bersedia menyambut Yuddy, meski dia telah menunggu di depan pintu gerbang rumah terletak di pinggir jalan itu. Sekitar sepuluh menit menunggu, Yuddy hanya ditemui seorang petugas pengamanan berjaga di depan rumah.

Kepada Yuddy, petugas bernama I Dewa Ketut Raka itu mengatakan, keluarga Angeline dan ibu tirinya, Margaret, saat ini tidak ingin menerima tamu, karena kondisi psikis dan kesehatannya sedang tertekan setelah hilangnya Angeline. Margareta sama sekali tidak membukakan pintu masuk buat Yuddy. Raka hanya berbincang dengan Yuddy dari balik tembok rumah. [ren]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge