0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

19 Dalang Cilik Karanganyar Unjuk Kebolehan

dok.timlo.net/nanang rahadian
(dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Dengan  mengenakan beskap landung warna hitam lengkap dengan kain jarit, keris, dan blangkon, bocah lelaki itu duduk menghadap kelir. Mikrofon dikalungkan di leher. Lantas dia memeriksa sejumlah wayang kulit yang diletakkan pada kotak di sebelah kirinya. Setelah seperangkat gamelan mulai
berbunyi,  dia lantas suluk tanda dimulainya pakeliran wayang.

Dia adalah Fakih Nugroho, siswa kelas VI SDN 01 Karanglo, Tawangmangu, Karanganyar. Fakih membuka Gelar Dalang Cilik dengan memainkan lakon Gatotkaca Gugur dari episode Baratayudha. Gatotkaca dikisahkan diangkat menjadi senopati lalu mati di tangan Karna.

Dalang Fakih membuka cerita dengan memainkan gunungan. Setelah itu, satu demi satu tokoh wayang kulit pada episode itu keluar. Gatotkaca, Adipati Karna, Kresna, Arjuna, dan lain-lain. Gerakan tangan Fakih memainkan setiap tokoh wayang saat bertempur di medan laga, saat setiap tokoh berbincang, terbang, dan lain-lain tampak lihai.Dia membuat ratusan penonton yang terdiri dari anak-anak, dewasa, tua maupun muda takjub.

“Ini kali pertama memainkan lakon itu. Saya enggak hapal semua tokoh wayang. Tetapi, setiap kali mau tampil, saya pelajari paling lama dua pekan sudah hapal. Saya sudah belajar memainkan wayang sejak taman kanak-kanan [TK]. Saya belajar di Sanggar Sarotama. Awalnya karena suka melihat wayang kulit di televisi,” cerita Fakih.

Fakih dan 18 anak-anak lainnya mengikuti Gelar Dalang Cilik Tingkat Kabupaten Karanganyar. Acara itu rutin setiap tahun. Pagelaran kali itu dilaksanakan di Pendapa Tourism Information Center (TIC) atau bekas Kantor
Kawedanan Karangpandan

“Waktunya 25 menit makanya ceritanya ringkas. Dasar suara anak ya kecil. Tetapi, saya akui suluk bagus, sabetan bagus, dodokan bagus. Sudah pener. apik. Cara memainkan wayang itu terampil,” kata Ketua Paguyuban Karawitan Asri Laras, Hartono, saat ditemui Timlo.net tengah menikmati penampilan Fakih, Kamis (28/5).

Pada kesempatan itu dalang yang mendapat julukan Dalang Setan, Ki Manteb Sudarsono, hadir. Dia memberikan wejangan kepada dalang-dalang cilik yang berpartisipasi pada lomba. Dia mengaku bangga dengan keberadaan belasan dalang cilik yang ikut ambil bagian pada acara. Namun, dia menitipkan pesan agar anak-anak menyelesaikan pendidikan setinggi-tingginya. Dia tidak menganjurkan anak-anak mencari nafkah sebagai dalang.

“Dalang jadi sampingan saja. Tetapi, harus jadi dalang yang baik. Bukan persoalan laku atau enggak, tetapi supaya wayang tetap lestari. Le, mayang-o sing apik. Ora usah mikir mayang mengko entuk opo. Mayang runtut, laras,
iso dirungoke, iso disawang. Itu sudah membanggakan hati saya. Saya bangga dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar mau nguri-nguri festival dalang cilik,” ungkap Ki Manteb saat ditemui wartawan seusai acara.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge