0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sejumlah SMA dan SMK di Boyolali Terapkan Sistem SKS

Siswa salah satu sekolah di Boyolali

dok.timlo.net/nanin

Siswa salah satu sekolah di Boyolali

Boyolali — Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Boyolali tahun ajaran baru 2015/2016 mulai menghapus program akselerasi. Program ini akan digantikan dengan sistim kredit sementer (SKS). Dengan sistem SKS, siswa di sekolah menengah atas bisa menyelesaikan pendidikanya selama dua tahun.
“Ada 20 SKS yang harus diselesaikan, nantinya sama dengan sistem di perguruan tinggi,” ungkap Kepala Disdikpora Boyolali, Abdul Rahman, Jumat (5/6).

Diakui, hingga saat ini pihaknya belum menerima petunjuk teknis, namun untuk penerapan pembelajaran dengan sistim SKS ini mengacu pada perkuliahan di perguruan tinggi. Dimana, setiap mata pelajaran dikomparasikan dalam jumlah SKS. Pihaknya saat ini terus melakukan sosialisasi di beberapa sekolah akselerasi.

“Ini akan memberikan banyak keuntungan bagi siswa, bila berprestasi dan mampu maka 20 SKS bisa tercapai dan dua tahun bisa lulus,” tambahnya.

Penerapan sistem SKS ini nantinya akan diterapkan di sejumlah sekolah, di antaranya yakni SMAN 1 Boyolali, SMAN 3 Boyolali, SMAN Simo, SMAN Teras, SMAN Nogosari, SMKN 1 Boyolali, dan SMKN 1 Mojosongo.

Sementara itu terkait pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2015/2016, sejumlah sekolah menerapkan sistem online. Di antaranya SMAN 1 Boyolali dan SMPN1 Boyolali, yang sudah dimulai sejak 3 Juni dan dilanjutkan tes akademi 8 Juni mendatang. Penerapan sistem online ini mengacu pada Juknis Provinsi. Selain itu, juga mempertimbangkan masukan-masukan dari kepala sekolah di Boyolali.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge