0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jokowi Kepleset Lidah Karena Tim Komunikasi Istana

dok.merdeka.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Blitar sebagai tempat kelahiran mantan Presiden Soekarno, dalam peringatan Hari Pancasila di Alun-alun Kota Blitar, Senin (1/6) lalu. Pidato tersebut kemudian menjadi polemik.

Rupanya salah ucap Jokowi ini berasal dari tim komunikasi Istana. Adakah Sukardi Rinakit yang memberikan informasi bahwa Soekarno lahir dan disemayamkan di Blitar.

“Kesalahan tersebut sepenuhnya adalah kekeliruan saya dan menjadi tanggung jawab saya. Karena ketika Presiden sedang menyusun pidato tersebut, beliau bertanya pada saya tentang Blitar. Saya menjawab bahwa Bung Karno lahir dan disemayamkan di Blitar. Presiden waktu itu meminta saya untuk memeriksa karena seingat beliau, Bung Karno lahir di Surabaya,” kata Sukardi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/5).

Sukardi mengakui saat proses penyusunan pidato itu salah memberikan informasi kepada Jokowi. Informasi ini, kata dia, diperoleh pula dari sebuah website di internet tanpa dikoreksi lebih jauh.

“Tanpa memeriksa lebih mendalam dan seksama, saya menginformasikan kepada Presiden bahwa Bung Karno lahir di Blitar. Referensi saya salah satunya adalah situsweb Tropenmuseum.nl, yang menyebutkan bahwa Bung Karno lahir di Blitar,” ucapnya.

“Juga banyak bahan lain yang menyebutkan beliau lahir di Blitar. Selain itu, memori saya dibelenggu oleh cerita rakyat yang sejak kecil saya dengar di kampung bahwa Bung Karno dilahirkan di Blitar,” lanjutnya.

Atas kesalah ini, Sukardi meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. Khususnya kepada keluarga Soekarno yakni Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan anaknya Puan Maharani.

“Untuk itu, dengan tulus saya mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya kepada keluarga Bung Karno, utamanya Ibu Megawati Soekarnoputri, dan Ibu Puan Maharani yang hadir pada acara tersebut. Saya berjanji untuk lebih teliti dan berhati-hati dalam memberikan informasi khususnya yang berkaitan dengan perjalanan sejarah bangsa,” terang dia.

Seperti diketahui, dekade tahun 90-an banyak yang meyakini bila Soekarno dilahirkan di Blitar. Bahkan hingga kini masih ada literatur yang menyebut Putera Sang fajar itu dilahirkan di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901.

Pada tahun 2010 lalu, keluarga besar Soekarno pernah angkat suara terkait polemik tempat kelahiran sang proklamator. Dengan tegas disebutkan Soekarno lahir di Surabaya, bukan di Blitar, Jawa Timur.

“Memang betul beliau lahir di Surabaya,” ujar Putri Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri.

Bahkan dalam seminar berjudul ‘Pelurusan Sejarah Soekarno’ di Balai Pemuda, Surabaya, 28 Agustus 2010 lalu juga dijelaskan secara gamblang mengenai kelahiran Bung Karno di Kota Pahlawan.

[rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge