0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tokopedia Hapus Akun Bandar Narkoba

ilustrasi narkoba (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Situs tokopedia.com langsung menghapus akun bandar narkoba yang buka lapak di web mereka. Menurut pihak Tokopedia, mereka memiliki ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia termasuk di dalamnya adalah Napza (narkoba).

“Secara rutin, Tokopedia melakukan sweeping dan menutup toko-toko yang melanggar syarat dan ketentuan yang telah dibuat,” ujar CEO Tokopedia William Taniwijaya dalam rilisnya, Jumat (5/6).

William mengatakan, berkaitan dengan pemberitaan yang beredar, Tokopedia telah melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan. Mereka menyelidiki keberadaan toko penjual narkoba tersebut dalam platform dan menemukan banyak fakta-fakta.

Pertama, toko online tersebut baru dibuat April 2015, kedua akun tersebut melakukan log in satu minggu yang lalu. Ketiga, jumlah penjualan adalah nol dan keempat tidak terdapat aktivitas transaksi apapun di toko tersebut, artinya transaksi narkoba oleh tersangka yang bersangkutan sama sekali tidak terjadi melalui platform Tokopedia.

“Toko online Blezz Shop, yang pemiliknya saat ini sedang diperkarakan, berada dalam status moderasi/ban,” ujarnya.

Dia menambahkan, Tokopedia berlaku semacam jejaring sosial bagi pembeli dan penjual online di Indonesia bersifat user generated content. Jadi, kata dia, kasus ini serupa dengan kasus bisnis gelap esek-esek yang memanfaatkan sosial media populer.

“Sosial media tidak dirancang untuk mengakomodir hal tersebut, tetapi sebagian pihak tidak bertanggungjawablah yang kemudian menyalahgunakannya. Tokopedia jelas dirugikan karena penyalahgunaan semacam itu,” tutupnya.

Sebelumnya, Satresnarkoba Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara mengamankan empat tersangka penyalahgunaan narkotika yang beli via online shop pada 20 Mei lalu. Penangkapan keempatnya diawali dengan membekuk dua tersangka yaitu AA (27) dan SH (37) di kawasan Koja, Jakarta Utara pada Rabu (20/5) lalu.

“Keduanya mengaku membeli sabu dari toko jual beli online Blezz Shop di Tokopedia. Di toko tersebut hanya menawarkan bong (alat isap sabu). Kalau ada calon pembeli, dia lalu menawarkan narkoba. Jika pembeli sepakat, penjual lalu bertukar PIN BB dengan calon pembeli. Setelah uang ditransfer, barang dikirim lewat paket,” Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Jakut, Ajun Komisaris Polisi Victor Inkiriwang.

Victor menjelaskan, ML mengaku baru setahun terakhir menjual narkoba jenis sabu melalui media online Blezz Shop di Tokopedia dengan mengendalikannya menggunakan laptop. Sedangkan RN merupakan kurirnya yang ditugasi untuk mengirimkan paket sesuai pesanan pelanggan.

“Selama menjalankan aksinya, kedua tersangka ML dan RN telah melayani pengiriman ke tujuh provinsi dan delapan kota di Indonesia dengan penjualan mulai dari 1-10 gram. Mereka menjualnya dengan cara menyelipkan paket sabu ke kemasan kopi atau alat elektronik lainnya,” jelasnya.

[eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge