0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ngaku Bisa Loloskan Jadi CPNS, Gondol Rp 265 Juta

merdeka.com
Ilustrasi PNS (merdeka.com)

Timlo.net — Hidup layak dan gaji lumayan para aparatur negara mengundang banyak orang tergiur menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tidak sedikit orang akhirnya menggunakan berbagai langkah demi mewujudkan keinginannya.

Edy Hartono (44) warga Jalan Menur, Kota Ponorogo, Jawa Timur memanfaatkan kondisi tersebut. Dia meraup rupiah dari menipu enam orang dengan mengaku-ngaku bisa memuluskan keinginan menjadi PNS.

Namun, pria bergelar master dari Perguruan Tinggi Swata (PTS) di Malang itu diringkus Polsek Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur setelah dilaporkan salah satu korbannya. Tersangka ditangkap beserta barang bukti berupa uang tunai hasil penipuan sebesar Rp 265 juta.

Kapolsek Blimbing, Kota Malang AKP Budi Setiyono mengungkapkan, pelaku ditangkap pada Selasa (2/6) di Jalan Ciliwung, Kota Malang. Dia mengiming-imingi masuk sebagai PNS di lingkungan Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Pasuruan.

“Uang tersebut diperoleh dari upaya tersangka menipu 6 korbannya. Korban dari satu keluarga besar yang menitipkan 6 saudara dekatnya, terdiri dari anak, ibu, menantu dan saudara-saudaranya,” kata Budi Setiyono di Mapolsek Blimbing, Kamis (6/6).

Kepada korbannya, pelaku mengaku sebagai Kepala Dinas Pertanian di Ponorogo, sementara kepada korban lain juga mengaku sebagai Kepala Bappeda di Kabupaten Pasuruan.

Kepada penyidik, Edy mengaku sudah melakukan aksinya sejak September 2014. Awalnya tersangka dan korban bertemu di acara reuni sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Malang. Tersangka dipertemukan oleh kawan lamanya bernama Arum.

Tersangka mengaku bisa mengangkat korban sebagai PNS asalkan bersedia membayar Rp 80 juta. Harga itu kemudian disepakati oleh enam orang tersebut.

Karena merasa tidak kunjung diangkat sebagai PNS, korban menanyakan kelanjutan nasib mereka. Korban bertanya pada tersangka, karena sudah menyerahkan uang banyak. Tetapi kepada korban tersangka berkilah kalau korban belum bisa diangkat karena biayanya belum lunas.

“Ternyata ada 5 orang lain yang juga satu keluarga menjadi korban. Tanggal 2 Juni ada laporan, dan tersangka dijebak sehingga berhasil ditangkap,” katanya.

Edy sendiri ternyata pernah terjerat dengan kasus penipuan beberapa tahun silam. Dia juga sudah dua kali dipenjara yakni Tahun 2007 dan 2012, dengan vonis 18 bulan dan 20 bulan.

Tersangka ditangkap dalam dua kasus yang sama. Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun.

[efd]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge