0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kelir 50 Meter Warnai Haul Soeharto

timlo.net/tarmuji
Mantan Bupati Wonogiri,Begug Poenomosidi memerkan salah satu koleksi kerisnya (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Peringatan hari ulang tahun (Haul) mantan Presiden RI ke II, HM Soeharto bakal digelar di Wonogiri. Serangkaian acara telah disiapkan, diantaranya Pameran Keris dan Batu Mulia. Kemudian peresmian Padepokan Pak Harto di Jalan A Yani 41 Wonogiri. Selain itu, digelar wayang kulit kolaborasi delapan dalang dengan jumlah total sinden 20 pesinden.

“Untuk wayang kolaborasi digelar di Alun-Alun Giri Krida Bhakti. Dulu kan cuma 40 meter panjang kelirnya, tapi saat ini rencananya panjang kelir (layar) sekitar 50 meter,” ungkap Ki Suro Agul-Agul, Ki Bodronoyo, Ki Ageng Adana Warih Kanjeng Pangeran Arya Adipati (KPAA) Candra Kusuma H Begug Poernomosidi, saat dijumpai wartawan di kediamannya di Jalan A Yani 41 Wonogiri, Kamis (4/6).

Menurutnya, sebelum acara dimulai bakal diselingi acara kirim doa bersama untuk Pak Harto, kemudian akan dilanjutkan dengan prosesi ruwatan agung.

“Lakon wayang nanti yakni Wiroto Parwo. Sekaligus untuk menandai kebangkitan putra-putri Soeharto,” jelasnya.

Dikatakan, dalam peringatan haul Pak Harto ini, sekaligus diresmikan pula Padepokan Pak Harto. Padepokan ini didirikan untuk mengenang ajaran luhur Soeharto dimana telah dituliskan dalam buku Butir-Butir Budaya Jawa. Sementara itu, ribuan koleksi batu mulia dan ribuan keris yang telah dikukuhkan UNESCO sebagai A Masterpiece Of The Oral and Intangible Heritage Of Humanity tahun 2005 bakal mewarnai haul Soeharto.

“Yang akan kita pamerkan, mulai dari keris jaman pusaka Bethok Budha, pusaka jaman Tumapel, Singosari, Mojopahit sampai pusaka Tindih milik SISKS Pakubowono atau pusaka kerajaan Demak,” jelas kolektor keris terbanyak di Nusantara ini.

Dia juga menambahkan, pameran ini merupakan salah satu langkah untuk edukasi. Bahwasannya generasi muda penerus bangsa, mampu mengahayati dan mempelajari budaya pakerisan yang dilahirkan para empu (pembuat keris), sehingga keberadaan keris semakin dikenal di masyarakat.

“Dikemudian hari diharapkan, budaya ini tidak punah, dilibas perkembangan jaman atau lenyap dari kekayaan khasanah budaya bangsa Indonesia,” imbuh Ketua Yayasan Mangadeg itu.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge