0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Duh… Habis Sholat, Malah Nyuri Amplifier Masjid

timlo.net/achmad khalik
Kapolsek Laweyan, Kompol Agung Nugroho (kanan) saat melakukan interogasi terhadap tersangka pencurian perangkat amplifier di Masjid Nurul Huda Kompleks Stadion Sriwedari Solo. (timlo.net/achmad khalik)

Solo — Muhammad Maludin (37) warga Pencil RT 05/ RW 03 Munggung, Karangdowo, Klaten nekat mencuri amplifier di Masjid Nurul Huda, Kebonan, Sriwedari, Laweyan Solo Kamis (14/5) lalu. Aksi nekat pelaku lantaran dirinya tidak memiliki uang untuk membayar kos yang dia tempati.

“Tersangka melancarkan aksinya sekitar pukul 06.30 pagi,” terang Kapolsek Laweyan, Kompol Agung Nugroho kepada wartawan, Kamis (4/6) siang.

Informasi yang dihimpun Timlo.net, korban berpura-pura sholat dhuha di masjid yang terletak di dalam kompleks Stadion Sriwedari Solo. Tepatnya di sebelah selatan Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari. Seusai sholat, tersangka melihat kondisi masjid dalam keadaan sepi. Waktu itulah, tersangka melihat ada seperangkat amplifier yang diletakkan tanpa pengamanan. Tersangka mengambil perangkat itu, dan hendak dimasukkan ke dalam tas. Namun naas, takmir masjid mengetahui peristiwa tersebut dan langsung meneriaki maling.

“Kaget dengan teriakan itu, tersangka lari. Tapi, di depan masjid sudah ada warga. Tersangka sempat menjadi bulan-bulanan hingga akhirnya diamankan di Polsek Laweyan,” terang Kapolsek.

Sementara, dari pengakuan pelaku, dirinya nekat mencuri lantaran tidak memiliki uang. Rencananya, dirinya akan menjual hasil curiannya dan uangnya digunakan untuk membayar kos.

“Saya tidak kenal siapa-siapa disini. Kalau saya diusir dari kos mau tinggal dimana,” kata tersangka.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge