0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jual Sabu Via Toko Online, Bandar dan Pengguna Dibekuk

merdeka.com
Ilustrasi sabu (merdeka.com)

Timlo.net – Perdagangan narkoba jenis sabu via situs jual beli online terbongkar. Bandar dan pengguna barang haram itu dibekuk polisi.

Awalnya, polisi mengamankan empat tersangka yang beli via online shop pada 20 Mei lalu. Penangkapan keempatnya diawali dengan membekuk dua tersangka yaitu AA (27) dan SH (37) di kawasan Koja, Jakarta Utara pada Rabu (20/5) lalu.

“Kedua tersangka dibekuk bermula dari laporan warga yang meresahkan aktivitas penggunaan narkoba jenis sabu oleh keduanya. Lalu kami menindaklanjuti laporan tersebut dan langsung melakukan pengintaian dan akhirnya mengamankan kedua tersangka,” kata Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Jakut, AKP Victor Inkiriwang, Kamis (4/6).

AA dibekuk di kediamannya di kawasan Kampung Mangga, Tugu, Koja, Jakarta Utara dengan barang bukti aluminium foil berisi sabu. Polisi kemudian menangkap SH dengan barang bukti satu gram sabu.

“Keduanya mengaku membeli sabu dari toko jual beli online Blezz Shop di Tokopedia. Di toko tersebut hanya menawarkan bong (alat isap sabu). Kalau ada calon pembeli, dia lalu menawarkan narkoba. Jika pembeli sepakat, penjual lalu bertukar PIN BB dengan calon pembeli. Setelah uang ditransfer, barang dikirim lewat paket,” jelasnya.

Setelah mengetahui asal barang haram tersebut, polisi menemukan lagi dua tersangka lainnya di Provinsi Jambi, yaitu ML (35) dan RN (36). Keduanya diduga sebagai bandar dan kurir barang tersebut.

“Kami pun melacak lokasi tersangka ML dan RN yang berdomisili di Provinsi Jambi. Usai menjebak keduanya, kami mengamankan pasangan bandar dan kurir tersebut ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara,” paparnya.

Victor menjelaskan, ML mengaku baru setahun terakhir menjual narkoba jenis sabu melalui media online Blezz Shop di Tokopedia. Sedangkan RN merupakan kurirnya yang ditugasi untuk mengirimkan paket sesuai pesanan pelanggan.

“Selama menjalankan aksinya, kedua tersangka ML dan RN telah melayani pengiriman ke tujuh provinsi dan delapan kota di Indonesia dengan penjualan mulai dari 1-10 gram. Mereka menjualnya dengan cara menyelipkan paket sabu ke kemasan kopi atau alat elektronik lainnya,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan, keduanya mengirim narkoba 4 kali ke Jakarta, 9 kali ke Bandung, 5 kali ke Bali, 2 kali ke Timika, dan masing masing 1 kali ke Yogya, Solo, Magelang, Jawa Tengah, dan ke Palu, Sulawesi Selatan.

Kedua tersangka telah bertransaksi sebanyak 126 gram sabu dengan nilai Rp 189 juta. Sedangkan 110 gram sabu yang belum sempat dikirim diamankan petugas kepolisian dan sebagian lainnya merupakan ekstasi.

“Saat ini keempat tersangka telah diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara beserta barang bukti beberapa unit handphone, satu set bong, beberapa paket sabu, buku tabungan dan beberapa uang tunai,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, keempat tersangka diamankan dengan pasal 114 ayat (1) Sub Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

[eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge