0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penerbangan Sipil di Bandara Halim Mengganggu Kinerja Militer?

dok.merdeka.com
Bandara Halim Perdanakusuma (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Praktisi militer mengeluhkan penerbangan komersial di Bandara Halim Perdanakusuma. Pengoperasian bandara militer yang harus berbagi dengan penerbangan sipil diklaim dapat mengganggu operasi TNI AU dalam menjalankan tugasnya.

“Memang ini kan karena kepadatan penerbangan yang ada di Cengkareng, sehingga akibatnya sementara ini dikembangkan terminal lanjutan, yaitu terminal ke 3 yang sedang diperluas sekarang ini,” kata pengamat intelijen dan militer, Wawan Purwanto, Rabu (3/6).

“Walaupun sampai saat ini dari sisi keamanan masih kondusif, tapi nanti jika kondisinya memungkinkan harus ditinjau kembali,” katanya menambahkan.

Wawan mengatakan, bertumbuhnya jalur penerbangan yang melayani berbagai tujuan, memang sangat pesat bermunculan dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu menyebabkan kebutuhan ruang akan bandara yang memadai, menjadi sangat diperlukan guna melayani berbagai jalur penerbangan tersebut.

Namun, karena merasa bahwa bandara Halim itu merupakan titik sentral bagi TNI AU dalam menjaga stabilitas pertahanan, Wawan meyakinkan jika komersialiasi Bandara Halim ini memang harus bersifat sementara, sampai ada koordinasi lebih lanjut dengan sejumlah pemangku otoritas dan kepentingan.

“Cuma sekarang kan penerbangan nasional dan internasional ini kan sangat crowded. Jadi memang sementara ada sejumlah maskapai komersil yang beroperasi di Halim. Tujuannya mungkin memang agar kepadatan penumpang di Cengkareng bisa terurai, tapi ini saya rasa sifatnya sementara saja,” jelas dia.

Diketahui, sejumlah pihak dari TNI AU sudah menyatakan sikap protesnya terhadap komersialisasi Bandara Halim Perdanakusuma, yang menurut mereka merupakan objek vital sebagai salah satu basis operasi mereka dalam menjalankan tugas kemiliterannya.

Salah satu yang bersuara lantang menolak komersialisasi Bandara Halim adalah mantan KSAU, Marsekal (Purn) Chappy Hakim, yang mengatakan bahwa komersialisasi Bandara Halim ini merupakan dampak dari perencanaan pemerintah yang tak memadai, dalam memenuhi kebutuhan jalur penerbangan yang makin berkembang pesat dewasa ini.

[rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge