0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bandar Narkoba Sragen Divonis 7 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar

dok.merdeka.com
(Ilustrasi) Barang bukti Narkoba (dok.merdeka.com)

Sragen — Agung Nugroho alias Ome (39), warga Dukuh Patihan, RT 10, Desa Gabugan, Kecamatan Tanon, Sragen divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sragen. Vonis yang dijatuhkan kepada bandar DMST MI tersebut lebih ringan 3 tahun dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut hukuman 10 tahun penjara, denda Rp 1,5 miliar subsider 1 tahun penjara.

“Putusan kasus Narkoba dan korupsi itu minimal memang 2/3 dari tuntutan. Kemarin tuntutannya 10 tahun dan divonis 7 tahun sehingga sudah 2/3 lebih dan jika sudah sesuai SOP biasanya tidak ada kewajiban jaksa untuk
banding,” kata jaksa penuntut umum (JPU), Hanung Widyatmoko kepada wartawan, Kamis (4/6).

Meski demikian, kata Hanung, vonis 7 tahun ini adalah vonis terberat kasus Narkoba yang ditangani PN Sragen. Dalam kasus narkoba sendiri ancaman maksimal yang bisa dijatuhkan adalah hukuman mati. Akan tetapi, berdasarkan fakta persidangan, bahwa indikasi pengedar dan bandar itu tak cukup kuat dan ada beberapa pertimbangan yang meringankan, sehingga ancaman hukuman mati tidak diterapkan.

Sementara, Humas PN Sragen yang juga salah satu anggota majelis, Agung Nugroho mengatakan, vonis itu dijatuhkan karena dalam penilaian hakim yang terbukti adalah pasal 112 yakni menguasai sabu tapi tidak diketahui mau dikemanakan sabu itu. Pertimbangan meringankan lainnya terdakwa belum pernah dihukum, memiliki tanggungan keluarga, bersikap sopan selama persidangan dan kooperatif.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge