0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rehab Jalan Alternatif Telan Dana Rp 2,6 Miliar

Perbaikan jalur altrenative Boyolali-Klaten akibatkan arus lalin krodit dan berdebu (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Rehab jalan Randusari-Klaten mulai dilakukan. Perbaikan jalur alternatif ini menggunakan sistim rigit atau beton cor bertulang. Hanya saja, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan dititik-titik yang kerusakanya paling parah. Perbaikan ini berakibat jalur menjadi crowded dan berdebu. Kondisi ini banyak dikeluhkan masyarakat sekitar.

Salah satu warga, Bayu (25), mengakui sejak jalan dibangun, kondisi arus lalin di jalur alternatif sering macet. Untuk menghindari kemacetan, pihaknya bersama dengan warga lain, melakukan pengaturan dengan buka tutup
jalur. Puncak keramaian arus biasanya terjadi pukul 12.00 WIB dan 16.00 WIB, saat karyawan pabrik pulang.

“Kalau jama 16.00 WIB, jalurnya macet, tidak hanya kendaraan roda dua, mobil, tapi juga truk dan trailer ikut melintas,” ucapnya ditemui di lokasi, Rabu (3/6).

Di sisi lain, warga sekitar juga dikeluhkan dengan polusi debu dampak dari pembangunan. Bila siang hari, warga terpaksa menutup pintu rumah agar debu tidak masuk ke dalam rumah.

Di sisi lain, Kepala DPU ESDM Boyolali, M Qodri, meminta masyarakat untuk bersabar. Terkait dengan perbaikan, saat ini masih dilakukan secara bertahap dikarenakan keterbatasan anggaran. Perbaikan jalur sendiri dilakukan secara acak, atau dilokasi yang kerusakannya paling parah. Pihaknya juga meminta pengguna jalan untuk berhati-hati melintasi di lokasi yang diperbaiki.

“Kita lakukan perlajur dulu, biar pengguna jalan tetap bisa melintas,” ujarnya.

Sementara lajur yang sudah dicor, untuk sementara belum boleh dilalui. Lajur baru boleh dilalui setelah 28 hari atau menunggu cor kering. Perbaikan di jalur ini baru dilakukan sepanjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 2,6 miliar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge