0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Giriwoyo Tolak Pembangunan Pabrik Semen

Warga Giriwoyo geruduk Kantor Bupati Wonogiri tolak penambangan batu (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Ratusan warga Kecamatan Giriwoyo, Rabu (3/6), menggeruduk Kantor Bupati Wonogiri dan Kantor DPRD Wonogiri, dengan membentangkan poster dan spanduk berisi penolakan pertambangan dengan berkalung janur kuning, warga meneriakan yel-yel penolakan tambang didaerahnya.

“Kami mencintai desa kami sebagai pijakan hidup dan kelangsungan hidup, kami lebih baik jadi petani daripada buruh pabrik,” tegas Mulyadi, perwakilan Paguyuban “Aja Kwatir”.

Menurutnya, warga sudah sejahtera dengan tanah yang dimiliki sekarang untuk bertani, beternak dan tanah dapat diwariskan kepada anak cucu. Dia juga menuding, pemerintah khususnya Bupati Wonogiri telah berusaha untuk merekayasa peraturan agar desanya digunakan sebagai area pertambangan yang dijual ke investor.

“Dengan adanya pendirian pabrik semen dan pertambangan membuat kami resah, dan membuat warga desa saling curiga,” katanya.

Sementara itu, warga yang tergabung dalam paguyuban “Aja Kwatir” yang terdiri dari Paguyuban Sendang Bodro Sejati, Paguyuban Guo Kisworo, Paguyuban Save Gunung Sewu, Paguyuban Manunggal Roso dan Paguyuban Guo Sejati menuntut kepada Bupati Danar Rahmanto untuk menyatakan bahwa Giriwoyo bukanlah wilayah pertambangan, kemudian mencabut izin usaha pertambangan Ekplorasi Batu Gamping No. 545.21/006/2011 tertanggal 28 September 2011 yang dimiliki oleh PT Ultratech, serta mengembalikan kerukunan warga desa karena pemerintah yang membuatnya.

“Kami sangat mencintai desa kami, karena banyak potensi didesa kami, kami memiliki 60 sumber mata air, 8 telaga, 48 luweng, 27 goa, 15 sumur yang tersebar di desa Tirtosworo, Guwotirto, Sejati dan Girikikis, yang perlu dilestarikan,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge