0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awas! Gunung Sinabung Berpotensi Semburkan Awan Panas

dok.merdeka.com
Gunung Sinabung. ©AFP PHOTO/SUTANTA ADITYA (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyatakan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dua hari terakhir terus meningkat secara tajam. Volume kubah lava menjadi lebih dari 3 juta meter kubik dan labil. Kondisi ini berpotensi terjadi guguran kubah yang diikuti awan panas, guguran ke Selatan dan Tenggara sejauh sekitar 7 km dari puncak kawah.

“Rekomendasi terkait peningkatan status Awas tersebut, masyarakat yang bermukim dalam jarak/radius 7 km di Selatan-Tenggara (Pasar Pinter Gurukinayan-Simpang Sibintun/Perjumaan Batukejan, Jembatan Lau Bunaken Tigapancur, Desa Tigapancur-Perjumaan Tigabogor, Desa Pintubesi), agar dievakuasi ke tempat yang aman,” kata Sutopo lewat rilisnya, Rabu (3/6).

“Jika terjadi serangkaian awan panas, guguran, dan peningkatan ancaman bahaya yang lebih besar maka agar dilakukan penutupan jalur Jalan Raya Simpang-Gurukinayan-Simpang Sibitun-Jembatan Lau Bunaken Tigapancur – Ojolali – Tigapancur – Simpang Bagading dan Perjumaan Tigabogor,” tambahnya.

Menurutnya, tujuh desa dan satu dusun direkomendasikan direlokasi warganya, yaitu Desa Sukameriah, Desa Berkerah, Desa Simacem, Desa Gurukinayan, Desa Kotatonggsa, Desa Berastepu, Desa Gamber dan Dusun Sibintun. Kepala BNPB juga telah berkoordinasi dengan Bupati Karo agar memerintahkan Kepala BPBD Karo dibantu TNI, Polri dan unsur lain lain untuk mengantisipasi terkait kenaikan status Awas ini.

Lajut dia, Gunung Sinabung terus bergolak secara fluktuatif sejak meletus pada 15/9/2013 hingga sekarang. Status Awas pernah diberlakukan selama 23/11/2013 hingga 8/4/2014. Setelah itu status turun menjadi Siaga.

“Tidak diketahui sampai kapan erupsi Gunung Sinabung ini akan berhenti. Fenomena ini mirip dengan Gunung Unzen di Jepang yang erupsi berlangsung selama 5 tahun setelah 200 tahun tidak erupsi,” pungkas dia. [efd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge