0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Antisipasi Krisis Air, Pemkab Boyolali Siapkan Dana

Timlo.net - Nanin
Masyarakat Selo harus antri air bersih tiap musim kemarau menghadang (Timlo.net - Nanin)

Boyolali – Memasuki musim kemarau, Pemkab Boyolali mulai ancang-ancang mengantisipasi terjadinya krisis air bersih. Selain melakukan pemetaan, Pemkab melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menyiapkan anggaran sebesar Rp 105 Juta.

“Kita antisipasi sejak dini, krisis air selalu menjadi masalah klasik di musim kemarau,” ungkap Kepala Kesra, Dadar Hawananto, Selasa (2/6).

Dijelaskan, anggaran sebesar Rp 105 juta sudah cukup untuk pengadaan air besih bagi masyarakat di daerah yang sering dilanda krisis air. Bantuan akan didistribusikan di bulan Agustus yang bertepatan dengan puncak kemarau.

Pihaknya saat ini sudah mengumpulkan camat untuk memetakan wilayah yang berpotensi rawan kekeringan. Keperluan administratif dipersiapkan untuk permohonan bantuan air bersih. Sehingga bila di satu daerah terjadi krisis air bersih, bisa langsung mengajukan bantuan.

“Ini akan lebih mudah untuk distribusi air. Untuk droping air nanti kita akan bekerjasama dengan PDAM, Bakorwil, PMI dan pihak swasta,” imbuhnya.

Data sementara, ada enam kecamatan yang rawan kekeringan. Diantaranya, Kecamatan Musuk, Wonosegoro, Kemusu, Juwangi, Klego, dan Selo.

Kecamatan Musuk yang ada di kaki Merapi merupakan wilayah paling rawan. 11 desa di kecamatan itu, setiap musim kemarau selalu mengalami krisis air bersih.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge