0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Daging dan Telur Ayam Melambung

dok.timlo.net/nanin
Pedagang ayam potong (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali – Harga daging dan telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Boyolali terus melambung. Kenaikan harga diduga bertepatan dengan bulan ruwah, dimana masyarakat Boyolali memiliki tradisi sadranan, sehingga permintaan daging dan telur meningkat. Sementara pasokan sangat sedikit.

“Tadi pagi sudah habis satu kwintal ,barusan nambah lagi satu kwintal lagi, tapi stoknya tidak ada,” ucap Amiatun, pedagang daging ayam di Pasar Boyolali Kota, Selasa (2/6).

Dijelaskan, pagi tadi harga ayam perkilogramnya mencapai Rp 29 ribu. siang harinya, dinaikan menjadi Rp 30 ribu perkilogram. Kenaikan harga daging ayam sendiri sudah terjadi sejak sepekan ini, atau memasuki bulan ruwah. Kenaikan harga diperkirakan akan terus terjadi hingga minggu kedua di bulan puasa.

Pedagang lain, Eni Widayati, mengakui stok daging ayam sejak beberapa hari ini sangat minim. Hal ini diduga karena panen di kandang sudah hampir selesai, sehingga ayam potong yang siap dipanen tidak ada. Untuk harga, kemungkinan masih akan mengalami kenaikan.

“Tahun lalu bahkan sampai Rp 35 ribu rupiah perkilogramnya,” ujar Eni.

Salah satu pembeli, Trimo (30), warga Cepogo mengaku membeli ayam untuk acara nyadran yang setiap tahun digelar menjelang puasa. Meski harga ayam sangat tinggi, namun dirinya tetap membelinya.

Sementara pembeli asal Banyudono, Mala (20), mengaku keberatan dengan kenaikan harga ini. Sebab, pengeluarannya bertambah lantaran kenaikan harga ini.

“Lagi butuh daging ayam, ya tetap dibeli,” ucapnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge