0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembebasan Tanah Kas Desa Terkendala Tanah Pengganti

dok.timlo.net/nanin
Rumah yang terkena proyek jalan tol Solo - Semarang (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pembebasan tanah kas desa untuk jalan tol hingga saat ini tak kunjung selesai. Sebab pihak desa kesulitan mencari tanah pengganti. Dari 16 desa di lima kecamatan, yang terkena dampak proyek jalan tol Salatiga-Boyolali, baru dua desa yang sudah melakukan pembebasan tanah kas desa.

“Kalau belum ada tanah pengganti, pembebasan tanah kas desa belum bisa dilakukan,ini sesuai dengan Permendagri No 4 tahun 2007 dan Instruksi Gubernur Jateng,” ungkap Wakil Ketua P2T Boyolali, Untung Rahardjo, Selasa (2/6).

Dalam Permendagri tersebut, disebutkan untuk bisa melepas aset desa maka pemerintah desa (Pemdes) harus sudah melampirkan tanah kas pengganti. Hanya saja saat ini, mayoritas pemdes kesulitan mencari tanah pengganti yang berada di satu wilayah desa. Untuk percepatan pembebasan tanah, Panitia Pengadaan Tanah (P2T) meminta empat belas desa lainnya segera melepaskan tanah kas desanya terlebih dahulu.

“Tanah kas desa bebaskan dulu, baru kita bentuk panitia pengadaan tanah tingkat desa,” lanjut Untung.

Dijelaskan, dana dari hasil pembebasan tanah nantinya dipakai untuk pengadaan tanah pengganti. Empat belas desa yang hingga saat ini belum membebaskan tanah kas desa untuk kepentingan jalan tol adalah Desa Ngampon, Ngenden, Selodoko, Ngargosari, Kecamatan Ampel; Desa Karanggeneng, Mudal, Kecamatan Boyolali Kota; Desa Mojolegi dan Gumukrejo, Kecamatan Teras; Desa Denggungan, Tanjungsari, Bangak, Trayu, Kecamatan Mojosongo; serta Desa Metuk dan Kragilan, Kecamatan Mojosongo. Total tanah kas desa yang terkena proyek jalan tol seluas 18,9 hektare.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge