0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TimloMagz

Solo Volkswagen Club, 28 Tahun Bersama Tetap Kompak­­

Timlo.net - Nanang
Solo Volkswagen Club (Timlo.net - Nanang)

Timlo.net — Komunitas Solo Volkswagen Club (SVC) ini terbilang unik, solid dan kompak tak lekang oleh waktu. Dua puluh delapan tahun bukan waktu yang sebentar untuk sebuah kebersamaan.

Jika menilik sejarah Volkswagen, tentunya Anda tahu mobil ini merupakan lansiran otomotif asal Jerman, yang dijuluki oleh masyarakat Jerman sebagai ‘mobil rakyat’ dan didirikan di medio 1937. Mobil ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para penggemarnya di seluruh dunia yang ‘gila’ akan mobil bernuansa klasik. Di Indonesia misalnya, keberadaan Volkswagen (VW) nyata-nyata sangat digemari bahkan dikoleksi oleh sejumlah kolektor di berbagai kota di Indonesia.

Dan hal inilah yang membuat para pecinta mobil VW mulai dari VW Safari, VW Kodok, VW Kombi, juga VW lainnya bergabung untuk menciptakan sebuah komunitas pecinta, pemilik bahkan penggila Volkswagen, dan mengklaim komunitas Volkswagen merupakan klub otomotif pertama di Indonesia.

Layaknya komunitas VW lainnya, SVC juga bermula dari perkenalan dengan beberapa pemakai mobil VW di sekitar Solo. Kesamaan visi, misi dan kegemaran itulah akhirnya yang membuat para pendiri ini sepakat mendirikan perkumpulan pada 22 November 1987 silam.

Ketua SVC, Eko Nur Setiawan me­ngatakan, jumlah anggota terus bertamba. Hingga saat ini jumlah anggota lebih dari 100 orang, namun yang aktif hanya berkisar 40 orang saja. Hal tersebut di sebabkan oleh kesibukan masing-masing anggota itu sendiri.

“Banyak anggota yang sudah sepuh sudah tidak aktif namun para sesepuh ini masih tetap support tiap ada event yang kami lakukan,” kata Ketua SVC periode 2014 – 2016 ini kepada TimloMagz.

Untuk kegiatan, selain kumpul-kumpul rutin tiap malam minggu di depan Rumah Dinas Walikota Solo, Loji Gandrung, SVC juga mempunyai agenda tahunan. Seperti bakti sosial maupun sahur on the road yang digelar tiap bulan Ramadan. Sering juga ada agenda yang tidak masuk dalam kalender rutin, seperti baksos untuk korban bencana. Gerakan spontanitas untuk membantu korban bencana sering dilakukan, seperti pada korban longsor Banjarnegara lalu.

SVC selalu aktif mengikuti jadwal kegiatan yang dilakukan oleh Volkswagen Indonesia, maupun undangan dari berbagai club VW lain di Indonesia.

“Kami selalu mengirimkan anggota untuk mengikuti acara Jambore yang rutin digelar tiap tahun. Yang terakhir adalah Jamnas 47 di Jakarta April lalu,” terang Pemilik tiga unit VW Combi dan sebuah VW Kodok ini.

Ditanya suka dukanya menjadi anggota SVC, Menurut Eko, VW sepertinya sudah mendarah daging dalam dirinya. Bahkan sejak anak-anak dirinya sudah bergelut dengan dunia VW saat sering diajak ayahnya ikut touring. Tak heran jika ditamya suka duka, dirinya tak bisa menemukan dukanya saat menjadi anggota SVC, semuanya menyenangkan.

Menjadi anggota klub, selain informasi tentang spare part, bengkel maupun pernik-pernik terkait VW selalu bisa update, juga informasi-informasi lain selalu bisa didapatkan sesama anggota.

“Kita bisa curhat soal mobil maupun lainnya kepada sesama anggota. Karena kami memang sebuah keluarga besar namun sangat akrab,”. Jelas Eko.

Nah, buat anda yang bermukim di wilayah Solo dan sekitarnya, serta memiliki mobil VW jenis apapun, tidak ada salahnya untuk nimbrung dan bergabung di klub otomotif Volkswagen ini. Datang langsung ke Sekretariatnta di Grogolan 32 RT 01/02 Kelurahan Ketelan, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge