0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tia Kristiyanti

“Dipaksa” Menjadi PR

Timlo.net - David
Tia Kristiyanti (Timlo.net - David)

Timlo.net —  Banyak orang menguasai bidang tertentu secara otodidak. Hal itu juga yang dipraktekkan Public Relations (PR) Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) Solo, Tia Kristiyanti.

Sebelum dipercaya menjadi PR, Tia, demikian ia akrab disapa, lebih banyak bertugas sebagai front office. Maklum saja, latar belakang wanita lulusan STIEPARI Semarang ini memang di bidang perhotelan.

Oleh karena itu, ketika pada tahun 2009 “dipaksa” oleh manajemen KSPH menjadi PR, mau tidak mau Tia mulai belajar tentang dunia PR. Kemauan belajar serta dukungan manajemen, teman dan keluarga membuat Tia sukses menjalani profesi di bidang komunikasi. Terbukti, istri Tommy Anggara ini dipercaya hingga kini dan enjoy menjalani profesinya.

“Waktu itu entah kenapa banyak PR di sini tidak bertahan lama. Dari situ manajemen meminta saya menjadi PR,” katanya saat ditemui TimloMagz.

Menyadari berhadapan dengan bidang baru, Tia mencari referensi buku-buku tentang PR. Ia juga bertukar pendapat tentang profesi PR dengan rekan sesama PR dalam Komunitas Public Relations Solo (Pro Solo).

Sebelum bergabung dengan KSPH di tahun 2002, Tia sempat bekerja di beberapa hotel sebagai front office di Semarang, Karimunjawa dan Batam. Ketika bergabung di KSPH, Tia juga memulai karirnya sebagai front office.

Empat tahun kemudian Tia baru dipercaya menjadi guest relation officer. Tiga tahun bekerja di bagian itu, Tia kemudian ditunjuk sebagai PR. Dari menjadi PR Manager hingga sekarang menjadi Marketing Communication Manager.

Banyak rintangan yang harus dilaluinya. Di awal keputusannya bekerja di dunia hotel, wanita kelahiran Lampung, 20 April 1980 ini sempat tidak direstui oleh orang tuanya. Hal ini tidak lepas dari image negatif dunia perhotelan oleh sebagai orang. Namun, ia kemudian berhasil meyakinkan orang tuanya dimana setiap pekerjaan pasti memiliki resiko.

Sebagai istri dan ibu satu anak, Tia yang saat ini tinggal di Colomadu, Karanganyar ini juga harus pandai membagi waktu. Tuntutan pekerjaan tidak jarang mengharuskannya lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor. Meski sibuk, Tia menyadari keluarga tetap menjadi prioritas.

Sebagai PR, Tia sadar betul, pelayanan kepada tamu menjadi hal penting. Meski KSPH telah berdiri 37 tahun, Tia tidak ingin lengah. Ia menyadari, pelayanan yang kurang maksimal bisa cepat menyebar dari mulut ke mulut.

“Sesuatu yang buruk cepat sekali menyebar. Oleh karena itu, meski sudah 37 tahun, pembenahan terus kita lakukan bersama manajemen. Update fasilitas, training kepada karyawan. Yang utama memang pelayanan. Kalau pelayanan baik, tamu pasti akan kembali,” terang dia.

Editor : Eddie Mutaqin

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge