0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jokowi Diminta Beri Gelar Bapak Bangsa kepada Bung Karno

Jokowi dan Ganjar Pranowo (merdeka.com)

Timlo.net — Petisi yang meminta agar Presiden Soekarno (Bung Karno) diberi gelar “Bapak Bangsa” diserahkan Relawan BaraJP kepada Presiden Jokowi, di Blitar, Senin (1/6), di sela-sela acara Hari Kelahiran Pancasila di Kompleks Makam Soekarno.

“Petisi adalah permintaan peserta diskusi 27 elemen Relawan Jokowi bertajuk Gelar Bapak Bangsa untuk Soekarno yang diadakan Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) di Jakarta, Minggu (31/5),” ungkap Sihol
Manullang, Ketua Umum BaraJP, dalam rilis yang diterima Timlo.net, Senin (1/6).

Dalam diskusi, Sihol Manullang mengatakan, desoekarnoisasi yang dilakukan Orde Baru secara sistematis, harus segera dikoreksi melalui penghargaan setimpal. “Peran Soekarno dalam pembentukan NKRI direduksi sedemikian
rupa melalui berbagai program desoekarnoisasi. Pelajaran sejarah pun dibelokkan,” kata Sihol Manullang.

Boni Hargens, pengamat politik yang juga salah satu Ketua DPP BaraJP, mengatakan, Indonesia tidak cukup sebagai bangsa besar, tetapi juga harus menjadi bangsa yang beradab, dengan menghargai pendiri bangsa.

“Sekarang saatnya meluruskan sejarah. Sebagai presiden yang bukan bagian dari Orde Baru, Jokowi harus meluruskan yang bengkok. Jangan lagi memroduksi sejarah sesuai keinginan, maka Soekarno harus menjadi
Bapak Bangsa,” tegas Boni.

Utje Gustaaf Patty, Sekjen BaraJP, mengatakan, Jokowi telah membuat detail Tri Sakti Bung Karno menjadi Nawacita. Namun hal ini baru pengakuan atas pikiran Bung Karno, belum merupakan penghargaan tertinggi.

Sihol mengatakan, revolusi mental yang menjadi program unggulan Jokowi, akan lebih mulus jika menyembuhkan penyakit bangsa. “Penyakit kita adalah tidak menghargai pendiri bangsa. Ini perlu segera disembuhkan,” katanya.

Menurut Boni, Bung Karno tidak ada duanya, sosok yang mengombinasikan perjuangan di lapangan dengan perjuangan politik dan diplomasi.  Bung Karno membangun keragaman, dengan memutuskan kembali ke
UUD 1945.

“Jauh sebelum Gus Dur, Bung Karno telah menyatukan kebhinekaan Indonesia. Gus Dur memang berjasa besar dalam menghargai keragaman, berkat dasar-dasar yang telah ditancangkan Bung Karno,” papar Boni.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge