0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Halte Musik “Lumbung Jumengglung” Diserbu Warga

dok.timlo.net/agung widodo
Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman menyalami warga di sepanjang Jalan Raya Sukowati Sragen, Sabtu (30/5) malam (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Halte Musik “Lumbung Jumengglung” yang digelar di sepanjang Jalan Raya Sukowati, Sragen, Sabtu (30/5) malam, benar-benar memberikan hiburan meriah bagi ribuan warga Sragen. Sebanyak delapan panggung yang mementaskan berbagai macam aliran musik digelar secara serentak.

“Sragen malam ini seperti pasar malam. Silahkan semua warga menikmati hiburan ini, pilih mana yang disukai, berpindah dari satu panggung ke panggung lainnya,”  ktata Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman saat memberi
sambutan di Halte Cokekan.

Halte musik digelar mulai depan Masjid Al-Falah Sragen (Halte Religi), depan Pasar Kota (Halte dangdut/ campursari), depan Sentra Batik (Halte Band Pelajar), alun-alun (Halte Rock), depan LP lama (Halte Tembang Kenangan), depan Matahari (Halte Cokekan), KNPI (Halte Akustik) hingga Pendopo Rumah Dinas Bupati (Halte Jazz).

Sejak sore pukul 16.00 WIB, jalan sudah ditutup dan ribuan warga telah tumpah ruah di setiap halte musik atau panggung hiburan. Mereka menyaksikan pertunjukan yang hanya digelar setahun sekali ini.

Bupati Agus didampingi Ketua DPRD Sragen Bambang Samekto serta Kepala Satker Pemkab meninjau satu-satu halte musik dengan berjalan kaki.

Agus di setiap halte saat memberi masukan mengatakan, Sragen setiap peringatan Hari Jadi selalu menggelar acara meriah untuk warga. Dia berjanji kegiatan serupa bakal digelar lebih meriah lagi.

“Nanti 9 Desember jika memilih pemimpin, pilihlah orang yang suka dengan kesenian, tayub, dangdut, rock dan kesenian lainnya,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge