0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bedah Buku “Akulah Istri Teroris” Dibubarkan Polisi

Acara bedah buku "Akulah Istri Teroris" (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Acara bedah buku bertajuk “Akulah Istri Teroris” karya Abidah El Khalieqy di Depok, Jawa Barat, dibubarkan petugas. Alasannya, acara tersebut tidak berijin.

“Karena tidak mempunyai izin untuk menyelenggarakan acara tersebut maka kami hentikan,” kata Kabagops Polresta Depok, Kompol Tri Yulianto, Minggu (31/5).

Menurut polisi, acara itu seharusnya dilakukan di Toko Buku Gramedia Depok pada 31 Mei 2015. Tetapi karena mendapat penolakan kalangan muslim, maka acara dibatalkan. Apalagi dalam acara tersebut dilakukan lomba berbusana mirip istri teroris.

Kemudian pihak penyelenggara melakukan bedah buku dan konferensi pers di salah satu rumah makan di kawasan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat pada Minggu (31/5). Tri mengatakan, acara ini dihentikan guna mengantisipasi hal-hal tak diinginkan, apalagi bila sampai membuat suasana Kota Depok tidak kondusif.

Menanggapi hal itu, pihak penyelenggara dari Multievent Organiser, Anang Dwi Sambodo mengatakan, jika pihaknya terpaksa membatalkan acara bedah buku kontroversial itu.

“Ya acaranya terpaksa dihentikan karena mendapat penolakan keras dari masyarakat Depok,” kata Anang.

Menurut Anang, maksud diadakan lomba berbusana mirip istri teroris adalah hanya buat meramaikan acara bedah buku dan peluncuran saja.

“Tidak ada maksud apa-apa dari lomba tersebut, hanya untuk meramaikan saja,” ujar Anang.

Anang mengatakan, pihaknya juga sudah pernah menggelar acara bedah buku berisi tentang Joko Widodo, dan juga sempat diadakan lomba mirip Jokowi. Karena yang diluncurkan dan dibedah adalah buku berjudul Akulah Istri Teroris, maka diadakan lomba berbusana mirip istri teroris.

“Lomba tentunya sesuai dengan judul buku,” tambah Anang.

Anang mengakui, penolakan acara bedah buku itu juga dialaminya di Tasikmalaya, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Menurut Anang, tanggapan keras dari kalangan muslim Kota Depok adalah soal acara lomba berbusana mirip istri teroris.

“Setelah adanya publikasi melalui media sosial, saya mendapat banyak kecaman negatif. Dari yang lembut hingga yang keras,” imbuh Anang.

“Bahkan ancaman untuk dibunuh jika tetap menggelar lomba tersebut,” timpal Anang.

Anang mengatakan, pihaknya meminta maaf kepada pihak-pihak tersinggung dengan adanya rencana lomba itu.

“Lomba sebenarnya bukan bermaksud untuk menghina,” lanjut Anang.

[ary]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge