0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemenag : Yang Sudah Haji Jangan Ikut Ngantri Lagi

merdeka.com
Haji (merdeka.com)

Timlo.net – Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag H Abdul Djamil mengimbau kepada masyarakat, bahwa bagi yang sudah berhaji diharapkan untuk memberi kesempatan bagi orang lain. Sehingga, yang sudah berhaji tidak ikut antri untuk mendaftar kembali.

“Kemarin kita mengimbau, bagi yang sudah berhaji berikanlah kesempatan pada yang belum berhaji jadi jangan ikut berjubel untuk ikut ngantri,” ujar Abdul Djamil saat di wawancara usai jumpa pers di gedung Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu, (30/5).

Menurutnya Abdul, hal itu dikarenakan antrean haji yang mencapai belasan hingga puluhan tahun di beberapa daerah di Indonesia. Dia mencontohkan, kalau antrean di wilayah Sulawesi mencapai 30 tahun, 20 tahun untuk di Kalimantan dan 17 hingga 18 tahun untuk di wilayah Jawa.

Abdul mengatakan, bahwa pihaknya sekarang mengeluarkan peraturan bagi yang sudah pernah menunaikan ibadah haji diharapkan menunggu 10 tahun lagi jika ingin kembali pergi haji.

“Maka itu sekarang ini kita mengeluarkan peraturan kalau orang sudah berhaji lalu kemudian tahun depan mau daftar tidak bisa, dia harus menunggu 10 tahun,” imbuhnya.

Selain itu, menurutnya ada beberapa contoh efisiensi yang menjadi faktor sehingga ongkos haji tahun ini bisa menurun, hal tersebut di akuinya karena adanya proses negosiasi.

“Misalnya subsidi untuk pemondokan jamaah di Mekkah, kita survei dan harganya kita batasi sampai batas limit 4.500 Real untuk satu jamaah, sebelumnya lebih tinggi dari itu Itu proses negosiasi” ujar Abdul Djamil.

Selain itu menurutnya, perubahan rute keberangkatan haji dari Tanah Air langsung ke Madinah adalah salah satu faktor yang membuat pembiayaan lebih efisien.

“Ketika dulu ada 33 ribu yang mendarat di Jeddah dan harus ke Madinah melalui darat kan ada ongkos transportasi, lalu kemudian ketika pulang harus transit di Jeddah kan harus ada transportasi, menginap sehari, konsumsi lalu hotel dan sebagainya kan tidak dibutuhkan lagi. Jadi sekarang dari tanah air langsung ke Madinah” jelasnya.

Abdul Djamil juga menambahkan, perubahan rute keberangkatan dari Tanah Air langsung ke Madinah selain efisiensi biaya, juga karena masalah tenaga karena tidak lagi ada perjalanan 7 sampai 8 jam lewat darat.

[eko]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge