0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Doa Bersama Untuk Eri Yunanto, Dihadiri Keluarga Korban

Doa bersama untuk Eri Yunanto,di Basecamp Barameru Merapi Dusun Plalangan,Desa Lencoh,Selo (timlo.net/nanin)

Boyolali – Dua pekan sudah musibah Eri Yunanto terjadi. Banyak pihak yang menyayangkan musibah tersebut. Pasalnya, sejak Erupsi Merapi 2010 lalu, pihak terkait sudah melarang pendaki untuk tidak mendaki hingga ke Puncak Merapi, karena rawan longsor.

Pertengahan Mei lalu, seorang pendaki, Eri Yunanto (21), mahasiswa Atma Jaya asal Sleman, terjatuh ke kawah Merapi. Korban ditemukan tewas di kedalaman 200 meter kawah gunung teraktif di dunia itu. Tim SAR gabungan harus bekerja keras untuk mengevakuasi jasad korban.

Mengenang peristiwa tersebut, relawan Barameru Merapi dan SAR yang terlibat dalam tim evakuasi Eri Yunanto, Sabtu (30/5) sore mengelar doa bersama. Kegiatan yang digelar Basecamp Barameru ini juga dihadiri kerabat korban. Selain doa untuk Eri, juga keselamatan bagi relawan dan SAR.

Kedua orang tua Eri Yunanto, hadir bersama Nuryanto dan Intan, kakak kandung korban. Mengenakan baju putih, mereka khusuk melantunkan doa bersama para relawan itu. Mereka juga kelihatan lebih tabah dalam mengikuti serangkaian acara yang digelar sederhana itu. Selain keluarga Eri, juga hadir juru kunci Merapi di sisi selatan anak dar Mbah Maridjan, Asihono.

“Kami dari pihak keluarga menyampaikan sangat-sangat berterima kasih digelarnya doa bersama ini. Kami juga berterima kasih telah diundang,” kata Eki, kakak pertama almarhum Eri Yunanto, yang mewakili keluarga saat memberikan sambutan dalam acara itu.

Disisi lain, acara itu juga dihadiri jajaran petugas Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) Resor Selo. LH BTNGM, Tri Atmojo mengungkapkan, musibah tersebut mestinya tidak terjadi, apabila pendaki mau mematuhi peraturan yang ada.

”Kejadian ini menjadi pembelajaran kita bersama. Musibah yang menimpa Eri telah menyatukan kita semua untuk bersama-sama, bergotong-royong dengan misi kemanusiaan,” kata Tri Atmojo, ditemui usai acara.

Kejadian yang dialami Eri, lanjutnya, juga mengingatkan tentang pentingnya pengelolaan pendakian ke gunung Merapi secara baik dan aman. Tri Admojo mengakui banyak hal yang harus dibenahi untuk pengelolaan pendakian. BTNGM sebagai pengelola kawasan Gunung Merapi akan membenahi secara maksimal manajemen pendakian Merapi.

BTNGM bersama relawan akan melakukan perbaikan manajemen pendakian. Beberapa hal yang sedang disiapkan, antara lain perbaikan prosedur pendakian, penataan jalur, pemasangan CCTV di Pasar Bubrah. Termasuk pembuatan spot-spot khusus untuk ber-selfie atau foto-foto bagi para pendaki.

“Kalau mau berselfi, tidak perlu lagi harus nekat ke Puncak Merapi,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge