0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Turunnya Suku Bunga FLPP Dimanfaatkan Pengembang dan Perbankan

Teguh wahyudi dan oma nuryanto saat memberikan penjelasan rumah subsidi kepada awak media (timlo.net/setyo puji s)

Solo – Turunnya suku bunga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari sebelumnya 7,25 persen menjadi 5 persen yang berlaku sejak awal Mei lalu, dimanfaatkan sejumlah pengembang perumahan dan perbankan untuk mendongkrak penjualan.

“Untuk tahun ini kita menargetkan pembiayaan KPR sebesar Rp 180 Milyar. Kita optimis target tersebut bisa terealisasikan asalkan semua stake holder dan pengembang bisa saling memberikan dukungan, kaitannya dengan pengadaan rumah subsidi kepada masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Kepala Cabang BTN Solo, Teguh Wahyudi kepada wartawan, Jumat (29/5).

Ia menuturkan sejak turunnya suku bunga tersebut, animo masyarakat saat ini naik cukup signifikan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu terlihat dari jumlah pengajuan KPR yang datang dikantor setiap harinya.

“Rata–rata sekarang ini ada sekitar 50 orang yang datang ke kantor untuk mengajukan permohonan. Padahal sebelumnya hanya sekitar 15-20 setiap harinya,” jelasnya.

Sementara itu, Sekertaris REI Soloraya, Oma Nuryanto mengatakan jika pihaknya telah menargetkan 3500 rumah subsidi untuk MBR hingga akhir tahun 2015. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan menggandeng para pengembang dalam pameran yang akan dilakukan awal Juni mendatang.

“Kita akan melakukan pameran perumahan subsidi di SGM pada tanggal 2-9 Juni mendatang. Hal itu kita lakukan untuk mendorong program satu juta rumah yang dicanangkan pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ungkapnya.

Sedangkan lokasi yang akan ditawarkan dalam pameran nantinya, Oma mengatakan akan tersebar di berbagai daerah  dipinggiran, seperti Sragen, Boyolali, Klaten, Karanganyar dan Sukoharjo.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge