0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polres Boyolali Amankan 13 Ton Pupuk Bersubsidi Ilegal

timlo.net/nanang rahadian
(Ilustrasi) Puluhan karung pupuk diamankan polisi (timlo.net/nanang rahadian)
Boyolali — Jajaran Polres Boyolali menggerebek toko pupuk yang menjual pupuk bersubsidi tanpa ijin. Lima pemilik toko saat ini sedang diperiksa di Mapolres. Mereka terancam hukuman dua tahun penjara, namun
kelimanya untuk sementara tidak ditahan dan hanya dikenai wajib lapor.

“Dari kelimanya kita amankan 306 sak atau 13 ton pupuk bersubsidi berbagai jenis,” ujar Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono,melalui Kasat Reskrim AKP Andie Prasetya, Kamis (28/5).

Sementara kelima pemilik toko pupuk tersebut, DT (76) diamankan 27 sak, AZ (40) diamankan 19 sak,PN (46) diamankan 29 sak, ketiganya warga Cepogo, SU (40) warga Musuk diamankan 31 sak dan SH (39) warga Mojosongo berhasil diamankan 200 sak atau 10 ton pupuk, total yang diamankan petugas 306 sak berbagai jenis. Pengrebekan di toko milik lima orang tersebut pengembangan dari informasi masyarakat ke Polres. Setelah dilakukan penyelidikan ternyata kelimanya menjual pupuk bersubsidi ke masyarakat umum.

“Mereka juga mengakui menjual pupuk bersubsidi tanpa ijin,” imbuhnya ditemui di Mapolres.

Sementara meski masih berstatus sebagai saksi, namun pengedar pupuk ilegal ini dijerat dengan Pasal 6 UU 7/1955 tentang tindak pidana ekonomi dengan ancaman hingga dua tahun penjara. Pihaknya juga terus melakukan
pengembangan dan penyelidikan terkait maraknya penjualan pupuk bersubsidi illegal di wilayah Boyolali.

“Kita masih telusuri berasal dari mana 13 ton pupuk bersubsidi tersebut,” imbuhnya.

Sebelumnya, jajaran Polres Boyolali juga menangkap pengedar dan penimbun pupuk bersubsidi asal Desa Jagoan, Kecamatan Sambi dan Karanggede.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge