0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembuang Bayi di RS Kustati Dituntut Hukuman 32 Bulan

dok.timlo.net/achmad khalik
Terdakwa kasus pembuangan bayi di RSUI Kustati Solo, Yanita Pungkasari didampingi Penasehat Hukumnya, Joko Wiwoho nampak sedih saat menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi di PN Solo, Rabu (15/4) siang (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Tersangka pembuang bayi di monoblok Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Kustati, Yanita Pungkasari (30) alias Kiki, dituntut hukuman 2 tahun 8 bulan penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) di sidang yang digelar di PN Surakarta. Meski begitu, ada sejumlah pertimbangan (pledoi) dari penasehat hukum terdakwa yang nantinya mungkin bisa mengurangi hukumannya tersebut.

Penasehat Hukum Terdakwa, Joko Wiwoho mengatakan, tuntutan terdakwa dibacakan oleh JPU, Tri Sulandari pekan lalu. Berdasarkan tuntutan itu, pihaknya akan melakukan pledoi yang dapat meringankan terdakwa.

“Terdakwa telah mengakui perbuatannya. Selain itu, terdakwa juga tidak melakukan perlawanan hukum,” terangnya, baru-baru ini.

Sebenarnya, kata Joko, kliennya hanyalah sebagai korban. Dari pengakuannya, Yanita tersebut telah berupaya untuk mencari ayah si bayi yang diketahui bernama Anto.

“Sejak diketahui hamil, pacarnya menghilang,” kata Joko.

Sedangkan, berdasarkan tuntutan JPU, sejumlah poin yang memberatkan terdakwa diantaranya perbuatan terdakwa meresahkan pihak rumah sakit dan masyarakat. Selain itu, Yanita juga dianggap seorang ibu yang tega memasukkan anak yang telah dilahirkan kedalam sebuah monoblok toilet.

Terkait kasus tersebut, terjadi di RSUI Kustati akhir 2014 lalu. Terdakwa kerapkali menutup perutnya yang hamil dengan menggunakan korset. Hingga akhirnya, bayi hasil hubungan gelap itu lahir. Saat dilahirkan, belum diketahui apakah kondisi bayi tersebut masih dalam keadaan hidup atau mati.

“Karena malu, Yanita menutupi perutnya yang hamil. Kalau dari pengakuan Yanita, saat bayi itu dilahirkan sama sekali tidak menangis. Tapi, kepastiannya tidak tahu,” terang Joko.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge