0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

4 Juta Penduduk Indonesia Terpapar Narkoba

Tersangka kasus Narkoba diperiksa polisi (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (Narkoba) di Indonesia kian meresahkan. Hingga saat ini, sebanyak empat juta penduduk Indonesia telah bersentuhan dengan barang haram tersebut.

“Sebanyak 2,18 persen atau sekitar empat juta penduduk Indonesia telah terpapar Narkoba. Jumlah ini termasuk pengguna, pengedar hingga bandar,” kata Ketua BNN Jateng, Brigjen Pol Amrin Remico, dalam Seminar Nasional Darurat Narkoba: Eksekusi Mati Terpidana Narkoba dalam Perspektif Keadilan dan Kemanusiaan di The Sunan Hotel Solo, Kamis (28/5) siang.

Dikatakan, Indonesia merupakan pasar pangsa potensial bagi para peredaran narkoba. Di tingkat ASEAN, Indonesia menjadi pasar terbesar bagi kebutuhan Amphetamine Type Stimulants (ATS) jenis sabu kristal.

“Indonesia ini merupakan salah satu pasar terbesar untuk peredaran Narkoba. Selain jumlah penduduknya yang banyak, juga jaringan hitam narkoba telah terbangun,” kata mantan Kapolres Karanganyar tahun 2002 tersebut.

Untuk mengatasi permasalahan ini, lanjutnya, pihaknya berharap kepada masyarakat supaya lebih terbuka dalam pemberantasan zat psikotropika. Jika ditemukan masyarakat yang telah menjadi pengguna sabu, maka harap untuk melaporkan supaya mendapatkan rehabilitasi. Pihaknya berjanji, akan mengklasifikasikan antara pengguna dan pengedar. Sehingga, pengguna narkoba diposisikan sebagai korban bukan sebagai pelaku kejahatan.

“Berdasarkan data kami, terdapat 4439 orang pengguna sabu di wilayah Jawa Tengah. Harapannya, supaya para pengguna mau berbesar hati melapor dan kami akan melakukan rehabilitasi,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge