0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kalah dari Persijap, Persis Keluhkan Kondisi Fisik

Gelandang Persis, Bayu Andra (putih) menempel pemain Persijap. (timlo.net/aryo yusri)

Jepara – Laskar Sambernyawa Persis Solo gagal memenuhi ambisinya menang di markas Persijap Jepara dalam laga grup A Piala Polda Jateng di Stadion Bumi Kartini, Jepara, Rabu (27/5) sore. Persis kalah 1-2 dari Persijap. Pelatih Persis Solo, Aris Budi Sulistyo menyebut kekalahan timnya lebih banyak disebabkan oleh kondisi fisik yang habis di menit-menit akhir pertandingan.

“Tenaga cukup terkuras terutama di menit-menit akhir, ini imbas dari laga melawan Arema kemarin lusa. Secara umum permainan tidak jelek, karena menguasai permainan namun konsentrasi hilang di menit-menit akhir,” beber Aris usai pertandingan.

Persis sebenarnya berhasil menyamakan skor 1-1 lewat free kick Anggo Julian di pertengahan babak kedua. Sayang, wasit David Priatmoko asal Semarang memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah, yang menganggap pemain Persis melakukan handsball. Persijap mengunci kemenangan 2-1 lewat sepakan penalti Agung Supriyanto.

Menanggapi soal penalti hantu yang diberikan wasit kepada tuan rumah, Aris mengaku insiden tersebut seharusnya bukan pelanggaran, karena tangan pemainnya, Sabani tidak aktif.

“Beberapa keputusan wasit juga penuh kontroversi. Sabani tidak pernah memprotes keras seperti kalau benar-benar tidak melakukan pelanggaran,” jelas Aris.

Sementara itu, pemain Persis, Rohmat Sabani mengaku tangannya tidak aktif pelanggaran terjadi. Diakuinya tangan kanannya mengapit dan menempel badan, sehingga tidak aktif.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge