0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Boyolali Verifikasi Sekolah Kekurangan Ruang Kelas

dok.timlo.net/nanin
Salah satu ruang kelas sekolah di Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali —  Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Boyolali menganggarkan Rp 15 miliar untuk pembangunan ruang kelas baru. Menyusul masih banyaknya sekolah yang kekurangan ruang kelas. Sementara untuk kerusakan sekolah, saat ini tinggal 20 % saja.

“Tahun ini kita fokus membangun ruang kelas, masih banyak sekolah yang kekurangan ruang kelas, seperti di wilayah Boyolali Utara,” ungkap Kepala Disdikpora Boyolali Abdul Rahman, Rabu (27/5).

Kurangnya ruang kelas yang dimiliki sejumlah sekolah yang tersebar di hampir semua kecamatan di Boyolali, mengakibatkan kegiatan belajar mengajar terganggu. Anggaran pembangunan ruang kelas baru diperuntukkan bagi SD, SMK dan SMA, baru kemudian SMP, sekitar Rp 15 miliar, di antaranya berasal dari dana alokasi khusus (DAK) pendidikan, dana insentif daerah (DID), serta sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tahun sebelumnya.

“Berapa rincianya kita belum tahu, tapi pembangunan ruang kelas baru prioritas untuk SD dulu,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kabid SD Disdikpora Boyolali, Agrar Mahadi menjelaskan, saat ini pihaknya masih dalam proses verifikasi sekolah-sekolah yang kekurangan ruang kelas. Verifikasi paling cepat pasca Hari Raya Idul Fitri verifikasi tersebut dapat kelar dan pembangunan RKB dapat dilaksanakan.

“Masih kita verifikasi,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge