0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Puluhan Penunggak Pajak Kendaraan Terjaring Razia

dok.timlo.net/nanang rahadian
Operasi kendaraan bermotor (ilustrasi) (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Semakin tingginya tunggakan pajak kendaraan bermotor tiap tahunnya, membuat pihak Pemerintah Provinsi melalui Satuan Polisi Pamong Pradja (Satpol PP) gencar melakukan kegiatan operasi gabungan bersama sejumlah instansi terkait seperti Dishubkominfo, dan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres. Seperti operasi yang digelar oleh tim gabungan di perempatan Papahan, Karanganyar, Selasa (26/5).

“Operasi ini digelar berdasar perda No 2 tahun 2011 tentang pajak. Dimana untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,” kata Kepala seksi Penindakan, Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Siswadi kepada wartawan, Selasa (26/5).

Siswadi mencontohkan, tunggakan pajak kendaraan mengalami kenaikan hingga Rp 1,3 triliun di tahun 2014 dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 936 miliar.

“Tunggakanya itu meningkat dari tahun 2013 ke 2014, hampir 25 persen. Maka dari itu untuk meningkatkan dan menyadarkan masyarakat dalam pajak, kita lakukan operasi gabungan ini,” terang Siswadi.

Lebih lanjut dikatakan Siswadi, sasaran dari operasi tersebut yakni adalah mereka pemilik kendaraan yang menunggak pajak, baik itu dalam hitungan, bulan, atupun tahun. Karena dalam operasi tersebut, tim menyediakan tempat langsung untuk membayar pajak. Dan memberikan kemudahan untuk langsung membayar tunggakan pajak, meski KTP pemilik tak sesuai dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sepeda motor.

“Yang nunggak pajak, akan kita permudah untuk pelayanan pembayarannya, karena di dalam operasi ini, kita sudah menyiapkan pembayaran tunggakan pajak di lokasi, meskipun KTP dan STNK tidak sesuai,” lanjutnya.

Sementara itu, Dimas (38), warga Papahan, yang diketahui menunggak pajak selama 2 tahun, mengaku lebih memilih pajak di tempat seperti itu, karena meski STNK sepeda motor yang ia bawa tidak sesuai dengan nama KTP. Pria yang berkerja di daerah Jebres, Surakarta tersebut mengaku puas dengan pelayanan dari tim gabungan.

“Justru malah enak seperti ini Mas, kalau di Samsat itu kan, KTP dengan STNK harus sama, tapi kalau di sini hanya STNK saja sudah bisa untuk membayar pajak,” kata Dimas

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge