0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

13 Kader Golkar Solo Mundur dari Plt

dok.timlo.net/daryono
Ketua DPD II Solo Atik Wahyuningsih menunjukkan stempel partai yang masih dipegangnya (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Sebanyak 13 pengurus DPD II Partai Golkar Solo yang tercatat di kepengurusan Pelaksana Tugas (Plt) DPD II Partai Golkar Solo menyatakan mundur atau tidak bersedia menjadi pengurus Plt. Pernyataan mundur itu dituangkan dalam surat pernyataan bermeterai yang dikirim ke DPD II, Senin (25/5).

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Solo Liek A Palali saat menggelar jumpa pers, Rabu (27/5) di kantor DPD II Partai Golkar Solo. Selain Liek, hadir dalam jumpa pers Ketua DPD II Atik Wahyuningsih, Sekretaris DPD II Djaswadi serta beberapa pengurus lainnya.

“Surat itu dikembalikan ke DPD maksimal Senin (25/5). Ada 13 nama pengurus yang tercantum di kepengurusan Plt menandatangani pernyataan, termasuk tiga anggota Fraksi Partai Golkar yang namanya dicantumkan dalam kepengurusan Plt,” kata Liek.

Dengan mundurnya 13 pengurus dari Plt, sementara jumlah kepengurusan Plt sebanyak 18 orang, Liek meminta hal itu ditafsirkan sendiri apakah rapat-rapat yang digelar Plt memenuhi kuorum. Umumnya, suatu rapat dinyatakan kuorum jika dihadiri 50 persen plus satu.

Lebih lanjut, Liek menerangkan surat pernyataan itu merupakan bentuk ketegasan DPD II Partai Golkar Solo menyikapi dualisme di tubuh Golkar. Langkah itu merupakan hasil rapat pleno DPD II pada Sabtu (23/5).

Adapun 13 nama pengurus DPD II yang menandatangani surat pernyataan yakni Haryono (Wakil Ketua), Maria Sri Sumarni (Wakil Sekretaris), Taufiqurahaman (Wakil Ketua), Rahardjo (Wakil Bendahara), Bambang Triyanto (Wakil Ketua), Purwanto (Wakil Sekretaris), Sutarjo (Wakil Bendahara), FX Hartono (Pimpinan Kecamatan Banjarsari), Titik Indah Puji (Wakil Sekretaris), Yoga Agung Nugroho (Pimpinan Kecamatan Jebres), Sujati (pengurus pleno), Suratman (pengurus pleno) dan Sigit Kusdaryanto (Wakil Sekretaris)

Dikonfirmasi hal itu, Wakil Ketua DPD II Haryono membenarkan telah menandatangi surat pernyataan mundur dari kepengurusan Plt. Namun demikian, surat itu tidak otomatis menghapus posisinya sebagai Wakil Ketua di Plt DPD II.

“Surat pernyataan itu sebagai syarat bisa tetap ikut mereka. Jadi ya tidak apa-apa. Posisi saya di Plt tetap. Saya mendukung dua-duanya. Dengan begitu bisa komunikasi dengan dua-duanya,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge