0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Baru Urus Ijin, Usaha Pengolahan Pakan Ternak Ditutup

dok.timlo.net/tarmuji
Dinas gabungan saat meninjau lokasi pengolahan bangkai ikan milik Slamet, warga Dusun Bendorejo, Sendang, Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Pemilik pengolahan pakan ternak berbahan baku bangkai ikan, Puji Widodo (40), warga Dusun Dawe Jatisari RT2/RW14 Desa Gumiwanglor, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri menegaskan, perijinan usahanya baru dalam proses. Dia mengaku baru mengurus perijinannya belum lama ini, sedang usaha yang ia lakoni baru sekitar dua minggu berdiri.

“Sebenarnya baru saya urus ijinnya Mas, ya kalau ditutup sementara tidak apa-apalah,” ungkap Puji Widodo, saat ditemui wartawan, Rabu(27/5).

Menurutnya, usaha yang ia geluti ini baru berumur dua minggu. Ditambahkan, warga setempat pun telah memberikan persetujuan ketika dirinya membuka usaha itu. Diakui, bahan baku (bangkai ikan),sebagian ia datangkan dari Waduk Kedungombo ,dan juga dari WGM sendiri. Dalam seminggu, ia mendapatkan jatah bangkai ikan sebanyak lima kuintal. Dalam sehari, lanjut Puji, hanya satu kuintal ikan basah diproses, kemudian menjadi kering, sekitar 20-30 kilogram dalam seharinya.

“Di sini kita hanya proses memasak dan mengeringkan saja, yang buat tepungnya nanti di Karanganyar,” katanya.

Terpisah, Slamet (60), pengusaha pakan ternak serupa yang telah lama mengantongi ijin. Warga Dusun Bendorejo, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri menambahkan, saban hari, ia bersama enam karyawan mampu mengolah bangkai ikan menjadi pakan ternak sebanyak dua ton menjadi lima kuintal tepung siap jual.

Dijelaskan, usaha yang ditekuninya puluhan tahun tidak ada kendala ataupun masalah, khususnya polusi. “Selama ini tidak ada komplain dari warga sekitar. Pasalnya sistem pengolahan kami sudah sesuai standar,” katanya.



loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge