0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasar Tradisional Dibidik Untuk Pengembangan Konsep Baru

dok.timlo.net/daryono
Proyek pembangunan Pasar Tanggul (dok.timlo.net/daryono)

Solo – Pemerintah Kota Solo membidik pasar tradisional untuk dijadikan pengembangan pasar tradisional dengan konsep baru. Salah satunya adalah Pasar tanggul yang akan diresmikan awal Juni mendatang. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo, Subagyo, Selasa (26/5).

“Pasar Tanggul ini ada zonasi pedagang, kemudian ada kios untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), ada fasilitas pasar yang cukup seperti di Mall, ini memang akan menjadi proyek percontohan pengembangan pasar tradisional,” ungkapnya.

Subagyo mengatakan Zonasi di pasar dibagi menjadi dua macam. Yakni zona dagangan basah, dan zona dagangan kering. Zona basah misalnya pedagang daging, ikan segar, dan lainnya. Sementara zona kering adalah sembako dan kebutuhan rumah tangga lain. Zonasi ini selain memudahkan pembeli dalam mencari barang kebutuhannya, juga untuk memperudah pembersihan areal pasar.

Dalam pembangunannya Pasar Tanggul sendiri dilengkapi dengan Travelator untuk menghubungkan lantai satu dan lantai dua pasar. Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan selain untuk memudahkan, Travelator juga berfungsi untuk mendidik masyarakat supaya mejaga pasar tetap bersih dan tidak sembarangan meletakkan barang. Selain itu Travelator juga bisa digunakan penyandang difable untuk bisa menjangkau lantai dua pasar.

“Keberadaan travelartor ini nantinya akan membiasakan para pedagang berperilaku bersih. Sehingga dengan adanya hal ini, pedagang bisa menyesuaikan diri, salah satunya tidak menjajakan dagangannya secara sembarangan. Yang tidak kalah penting travelator ini bisa digunakan penyandang difable untuk menjangkau lantai dua pasar. Intinya supaya pasar tradisional tidak ketinggalan lah,” katanya

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge